BI: Tekanan Inflasi Masih Tinggi

BI: Tekanan Inflasi Masih Tinggi

- detikFinance
Senin, 01 Agu 2005 10:36 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, tekanan inflasi selama triwulan III-2005 masih tetap tinggi. Sementara inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2005 diprediksi melebihi target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 6,5 hingga 7 persen.Tekanan inflasi yang tinggi selama triwulan III-2005 disebabkan karena berbagai kebijakan administered dan pola inflasi makanan yang sedikit lebih tinggi dari pola tahun sebelumnya.Sementara inflasi inti diperkirakan relatif stabil, sejalan dengan asumsi nilai tukar yang masih sedikit melemah, dan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah tingkat potensialnya. Namun demikian, ekspektasi inflasi diperkirakan masih berpotensi meningkat dan berada pada level yang tinggi.Demikian kinerja sektor moneter, perbankan, dan arah sistem pembayaran triwulan II-2005, serta prospek dan arah kebijakan BI yang dipublikasikan pada Senin (1/8/2005).BI juga memrediksi kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) masih akan mengalami tekanan, meski transaksi berjalan dan transaksi lalu lintas modal (LLM) masih menunjukkan surplus. Kondisi NPI tersebut mencerminkan masih terdapatnya potensi tekanan terhadap nilai tukar rupiah pada tahun 2005.Namun demikian, BI memperkirakan prospek ekonomi makro selama triwulan III-2005 dan keseluruhan tahun 2005 masih membaik dengan kisaran pertumbuhan 5,5-6 persen.Pola ekspansi akan semakin berimbang dengan komponen investasi dan ekspor menjadi tumpuan akselerasi pertumbuhan, sementara konsumsi relatif stabil.Namun BI memandang, pertumbuhan itu akan menghadapi sejumlah tantangan dan risiko, baik yang datang dari internal maupun eksternal, sehingga memerlukan sejumlah langkah antisipatif.Kinerja PerbankanBI menilai kinerja perbankan selama triwulan II-2005 terus menunjukkan perbaikan, terutama dari sisi profitabilitas dan permodalan yang memadai, sehingga mampu meningkatkan fungsi intermediasinya.Hal tersebut terlihat dari peningkatan total kredit hingga 5,3 persen atau Rp 33 triliun dibandingkan posisi triwulan I-2005. Dengan demikian, posisi kredit hingga triwulan II-2005 mencapai Rp 650,8 triliun.Sementara dana pihak ketiga juga meningkat 2,9 persen atau Rp 27,5 triliun, sehingga LDR meningkat dari 51,3 persen menjadi 52,9 persen.Kinerja perbankan lainnya adalah CAR yang mencapai 20 persen, yang berarti turun dibandingkan triwulan I-2005 yang tercatat 21,7 persen.Kredit bermasalah (NPL) gross mencapai 7,3 persen dan NPL net 3,6 persen. Kinerja NPL tersebut berarti menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan I-2005, yakni untuk NPL gross sebesar 5,6 persen dan NPL net 1,9 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads