Cina akan Jatuh ke Jurang Deflasi
Senin, 01 Agu 2005 12:15 WIB
Jakarta - Perekonomian Cina yang terus melaju pesat ternyata membuat khawatir sejumlah analis. Dalam sebuah forum observasi, para analis mengkhawatirkan Cina akan jatuh ke jurang deflasi. Direktur China Center for Economic Research (CCER) Beijing University Lin Yifu menyatakan, dalam beberapa waktu ke depan Cina akan mengalami kelebihan produksi karena pertumbuhan ekonomi yang terus menanjak. Pertumbuhan ekonomi terus meningkat sejak Cina mengembangkan besar-besaran sektor industrinya pada tahun 1998. Akibatnya terjadi kelebihan produksi akibat melubernya investasi di beberapa sektor industri pada tahun 2003 dan 2004. Kelebihan produksi ini yang mengakibatkan Cina berada dalam jurang deflasi setelah pertengahan 2005 mendatang. Akibatnya harga barang-barang produksi Cina akan turun drastis akibat oversupply. Sementara, Deputi Sekjen Economic Research Institute Wang Jian mengemukakan, saat ini penurunan pertumbuhan Consumer Price Index (CPI) sudah terlihat. Akibat penurunan itu, keuntungan industri akan lebih sedikit dan tren yang ada industri Cina akan melambat akibat penurunan CPI.Menurut Wang, perekonomian Cina mencapai puncaknya setelah pertumbuhan investasi sektor industri meningkat pesat sejak tahun 2003. Dampaknya nanti akan terjadi pada tahun 2006 dimana investasi akan jatuh setelah pertumbuhan ekonomi meningkat secara beruntun."Perekonomian Cina sudah berada di zona deflasi," kata Yuan Gangming, ekonom Qinghua University seperti yang dikutip Asia Pulse, Senin (1/8/2005).
(mar/)











































