Flu Burung dan Kelangkaan BBM Picu Lonjakan Inflasi Juli
Senin, 01 Agu 2005 15:35 WIB
Jakarta -
Wabah flu burung dan kelangkaan BBM Juni lalu telah memicu lonjakan inflasi selama Juli 2005. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Juli 2005 sebesar 0,78 persen, atau meningkat dibandingkan inflasi Juni yang 'hanya' 0,5 persen.Namun menurut Kepala BPS Choiril Maksum, lonjakan inflasi selama Juli ini paling dominan dipengaruhi oleh faktor musim."Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang disebabkan oleh faktor musim, larangan impor beras, kelangkaan BBM, dan juga isu flu burung yang memacu kenaikan harga telur," kata Choiril dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (1/8/2005).Choiril menjelaskan, faktor musim beberapa produk pertanian seperti cabai merah dan cabai rawit harganya naik, termasuk juga ikan asin. Sedangkan larangan impor beras menyebabkan kenaikan harga beras di tingkat lokal. Sedangkan flu burung menyebabkan konsumsi masyarakat beralih ke telur. Dan kelangkaan BBM memicu kenaikan harga minyak tanah. Disebutkan, dari 45 kota, indeks harga konsumen (IHK) tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 2,36 persen, dan inflasi terendah di Balikpapan sebesar 0,38 persen.Deflasi terbesar terjadi di Lhokseumawe sebesar 2,76 persen, dan deflasi terkecil di Jayapura sebesar 0,07 persen. Untuk kelompok bahan makanan mengalami kenaikan harga mencapai 2,07 persen yang disusul oleh kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,95 persen.Laju inflasi tahun kalender Januari-Juli 2005 sebesar 5,09 persen. Sedangkan tingkat inflasi year on year sebesar 7,84 persen.Menanggapi tingginya laju inflasi pada Juli 2005, Choiril mengharapkan pemerintah melakukan langkah-langkah khusus untuk menekan laju inflasi agar dapat memenuhi target dalam APBN sebesar 7,5 persen. "Inflasi Juli sudah tinggi. Saya kira pemerintah harus menekan inflasi," tandas Choiril.Menurut Choiril, tercapai atau tidaknya target inflasi dalam APBN 2005 sangat tergantung efektivitas langkah yang disiapkan pemerintah. "Biasanya pemerintah akan segera melakukan langkah-langkah untuk menekan inflasi setelah melihat data inflasi Juli sudah sangat tinggi," katanya.Choiril memperkirakan inflasi Agustus kemungkinan akan turun karena faktor musim sudah tidak terlalu berpengaruh. Namun menurut Choiril, hal itu bisa berbalik jika faktor psikologis kelangkaan BBM masih terjadi.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































