Cina 'Suntik' Dana US$ 93.5 Juta kepada PLN

Cina 'Suntik' Dana US$ 93.5 Juta kepada PLN

- detikFinance
Senin, 01 Agu 2005 22:41 WIB
Jakarta - PLN mendapat pinjaman dari Cina US$ 93.5 Juta untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit Baru di Kalimantan Barat.Kabar baik itu disampaikan Direktur Pembangkitan Energi Primer PLN, Ali Herman Ibrahim seusai diskusi PWI & PLN mengenai gerakan hemat energi di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (1/8/2005)."Selain itu PLN juga akan bekerjasama dengan Cina dalam pembangunan PLTU Mulut Tambang Banko Tengah di Sumatera Selatan. Kapasitas produksi 4 x 600 mw yang MoU nya telah ditandantangani di Beijing lalu," terang Ali.Ia menambahkan, share untuk PLN dan PT. Bukit Asam sebesar 25 persen, Cina huadian Corporation 55 persen dan sisanya pihak swasta. Pembangunan melalui dua tahap, tahap pertama ditargetkan selesai 2009 dan harga listrik maksimal 3.5 sen US$ per kwh.Untuk pembangunan pembangkit listrik Tanjung Jati A, tidak diadakan kerjasama dengan PLN. Namun, kerjasama tersebut dilakukan dengan Independent Producer Power (IPP). Kerjasama ini mengusulkan, lokasi proyek akan diadakan di daerah cirebon, dengan kapasitas produksi 2 x 600 mw.Direktur Utama PLN, Eddie Widiono mengungkapkan, untuk PLTU Mulut Tambang Banko Tengah, listriknya akan ditransfer ke suatu jaringan arus searah ke Pulau Jawa. Alasannya, karena unit skala 600 mw tersebut terlalu besar untuk sistem listrik Sumatera yang unit terbesarnya hanya 100 mw."Untuk pendanaannya, karena ini investasi swasta, maka pendanaan kredit berasal dari China Huadian Corporation dan entitas saham oleh para pemegangsaham," terang Eddie.Eddie memaparkan, saat ini, untuk proyek pembangunan Tanjung jati A, baru saja dilakukan nota kesepahaman atau MoU pendanaan Bank Cina dengan pihak swasta bukan PLN. (ism/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads