Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Agu 2018 21:30 WIB

Laporan dari Moskow

Kepala Bappenas: RI-Rusia Perlu Kerja Sama Lawan Penguatan Dolar AS

Herianto Batubara - detikFinance
Foto: Herianto Batubara/detikcom Foto: Herianto Batubara/detikcom
Moskow - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjadi pembicara utama di acara Forum Bisnis Indonesia-Rusia di Moskow. Dalam kesempatan itu, dia berharap Indonesia-Rusia meningkatkan kerja sama di berbagai bidang khususnya pariwisata dan infrastrukturnya untuk meminimalisir dampak penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Bambang menjadi pembicara utama dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Rusia yang digelar di World Trade Center Moskow, Rusia, Kamis (2/8/2018). Dalam acara ini hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi.

Selain itu, hadir pula Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Forum ini juga dihadiri para pemangku kepentingan di Rusia dan Moskow serta sekitar 500 orang pengusaha, baik dari Rusia maupun dari Indonesia.

Bambang mengatakan, akan sayang jika Indonesia-Rusia tidak meningkatkan kerja sama termasuk untuk meminimalisir dampak penguatan dollar AS. Baginya ini bisa diminimalisir dengan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

"Kita perlu bekerja sama untuk meminimalisir dampak penguatan dolar AS," tegasnya.


Dalam pidatonya Bambang memaparkan, hubungan Indonesia dan Rusia sudah lama terjalin erat. Namun dia menilai, selama ini kedua negara kurang memanfaatkan potensi kedekatan itu untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

"Kita harus lebih mengerti satu sama lain lebih lagi dari apa yang kita punya sekarang karena potensi kolaborasi kerja sama Indonesia-Rusia sangatlah besar," kata Bambang.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata RI, tahun 2017 wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 110.529 orang, naik 37,28% dari tahun sebelumnya dan merupakan persentase kenaikan tertinggi dari negara-negara lainnya. Namun menurut Bambang, angka itu masih sangat kecil karena kedua negara kurang berkolaborasi.

"Jika kita bisa mempunyai hubungan yang lebih dekat khususnya kolaborasi bisnis dan ekonomi saya percaya jumlah wisatawan dari negara Indonesia ke Rusia dan sebaliknya akan makin besar," ujarnya.

Bambang berharap akan makin banyak turis Rusia yang berlibur dan berinvestasi ke Indonesia. Dia menekankan, Indonesia adalah pasar yang sangat potensial bagi Rusia. Apalagi pada 2050 Indonesia diprediksi menjadi negara ekonomi terbesar keempat di dunia setelah AS, China dan India.

Saat ini, lanjut Bambang, Indonesia punya 10 destinasi wisata prioritas. Masing-masing adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo serta Morotai. Dia berharap warga Rusia bisa menjelajahi tempat-tempat tersebut sekaligus melihat potensi untuk berinvestasi. (bar/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com