APBN-P 2005 Bakal Dirombak

Realisasi Asumsi Diduga Meleset

APBN-P 2005 Bakal Dirombak

- detikFinance
Selasa, 02 Agu 2005 17:29 WIB
Jakarta - Pemerintah tampaknya akan merombak kembali APBN-P 2005. Pasalnya, hampir semua asumsi makro diperkirakan realisasinya meleset, kecuali untuk pertumbuhan ekonomi tetap enam persen. Hal tersebut berdasarkan laporan pemerintah tentang pelaksanaan APBN semester I-2005 yang berhasil diperoleh detikcom, Selasa (2/8/2005).Dalam laporan tersebut, pemerintah memperkirakan realisasi tingkat inflasi hingga akhir tahun akan menyentuh level 8 persen. Padahal target semula dalam APBN-P 2005 sebesar 7,5 persen. Asumsi lainnya yang juga berubah adalah nilai tukar rupiah yang diperkirakan realisasi tahun 2005 mencapai Rp 9.500, dari target APBN-P 2005 Rp 9.300 per dolar AS.Suku bunga SBI 3 bulan perkiraan realisasinya mencapai 8,25 persen dari target APBN-P 8 persen. Sementara harga minyak perkiraan realisasi tahunannya mencapai US$ 50 per barel dari target US$ 45 per barel.Realisasi Semester I-2005Untuk realisasi asumsi hingga semester I-2005, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,3 persen, tingkat inflasi 7,42 persen, nilai tukar rupiah Rp 9.412 per dolar AS, suku bunga SBI 3 bulan sebesar 7,5 persen dan harga minyak internasional 46,54 per barel. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Panitia Anggaran Hafiz Zawawi mengatakan, ada kemungkinan APBN-P 2005 yang akan kembali dibahas pemerintah dan panitia anggaran dirombak total. Sebab, asumsi yang ada saat ini telah bergeser terutama untuk harga minyak dunia yang berdasarkan survei di luar negeri kemungkinan akan bertahan di atas US$ 60 per barel. Namun demikian, lanjut Hafiz, dirinya berpendapat nilai tukar rupiah harus tetap ditahan di Rp 9.300 per dolar AS karena angka tersebut menjadi patokan dan batas psikologis. Disebutkan, dengan berubahnya asumsi harga minyak menjadi US$ 50 per barel dipastikan subsidi BBM akan membengkak di atas Rp 100 triliun, kecuali pemerintah berani mengambil keputusan menaikkan harga BBM. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads