Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Agu 2018 12:31 WIB

Laporan dari Moskow

Kepala Bappenas Beberkan 3 Jurus RI Hadapi Penguatan Dolar AS

Herianto Batubara - detikFinance
Foto: Herianto Batubara/detikcom Foto: Herianto Batubara/detikcom
Moskow - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berpesan para kepala daerah, pengusaha, dan pelaku UKM Indonesia yang menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Rusia di Moskow, Rusia. Dia berharap forum tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menarik investor dan turis Rusia ke Indonesia.

Bambang memberi sambutan dalam acara resepsi/makan malam di KBRI Moskow, Novokuznetskaya Ulitsa 12, Moskow, Rusia, Kamis (2/8/2018) malam. Dia memuji Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi atas suksesnya pelaksanaan forum bisnis tersebut.

Dalam acara ini hadir Dubes Wahid dan istri, Wakil Dubes RI untuk Rusia Lasro Simbolon, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Hadir pula Staf Ahli Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri, Reydonnyzar Moenek dan para pengusaha dan pelaku UKM dari Indonesia.

"Pertama tentunya kita ucapkan selamat dulu kepada Pak Dubes atas telah terselenggaranya Indonesia-Rusia Business Forum dari pagi hingga sore ini. Paling tidak kalau kita lihat dari antusiasme peserta baik peserta yang dari Rusia maupun Indonesia tentunya kita punya rasa optimisme bahwa ke depan Rusia barangkali bisa menjadi salah satu alternatif dari tidak hanya FDI (foreign direct investment-red) tapi juga import yang lebih besar dari Indonesia," katanya mengawali sambutan.

Bambang mengapresiasi para pengusaha serta pelaku UKM yang hadir dalam acara tersebut dan telah mengikuti Forum Bisnis Indonesia-Rusia. Dia berharap forum bisnis itu benar-benar bisa dimanfaatkan untuk bisa meyakinkan calon investor dari Rusia agar benar-benar masuk berinvestasi langsung ke Indonesia.

"Karena pengalaman kami kalau mengadakan roadshow terkait FDI, salah satu yang menjadi pertanyaan dan selalu menjadi "syarat" dari potential investor suatu negara adalah saya perlu local partner. Dan ketika bicara local partner mereka akan minta local partner yang reliable. Ada yang inginnya local partnernya langsung BUMN atau ada yang ekstreem 'saya mau local partner tapi jangan BUMN'," kata Bambang.

"Tapi apapun itu local partner adalah suatu kebutuhan. Jadi memang dalam suatu business forum seperti yang dilakukan tadi pagi sampai sore kehadiran bapak ibu yang dari Indonesia, itu tidak hanya sekadar katakanlah ingin mencari peluang misalkan ekspor ke Rusia atau investasi di Rusia tapi justru yang paling penting kehadiran bapak ibu akan memberikan kenyamanan dan keyakinan lebih kepada potential investor Rusia kalau kemudian dia berpikir dia akan masuk ke Indonesia," sambungnya.

Selain itu, Bambang juga meminta agar semua betul-betul memanfaatkan Festival Indonesia yang digelar 3-5 Agustus di Moskow. Dia juga mengapresiasi acara ini karena menurutnya sejalan dengan apa yang menjadi prioritas pemerintah Presiden Jokowi khususnya dalam menghadapi penguatan dolar AS. Dia menyebut, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi penguatan dolar AS.

"Ketika kita mengetahui bahwa nilai Rupiah dan juga Rubel, dan saya baru dari Turki juga nilai Lira Turki itu benar-benar tertekan sebagai akibat penguatan US Dolar. Maka tidak ada cara lain untuk kita selain dari bagaimana mencari dolar sebanyak mungkin di Indonesia. Nah bagaimana caranya mencari USD sebanyak mungkin untuk masuk ke Indonesia? Pertama harus export lebih banyak. Jadi memang forum seperti tadi akan sangat bagus kalau kemudian realisasinya kita bisa export lebih banyak, dalam hal ini ke Rusia," jelasnya.

"Lalu yang kedua, untuk mendapatkan hard currency atau USD kita perlu mendatangkan wisatawan dalam jumlah lebih besar dan wisatawan yang spendingnya juga besar. Nah Rusia memang tadi seperti kata Pak Dubes mungkin baru 100 ribu (kunjungan ke RI di angka 100 ribu orang per tahun-red). Tapi pengalaman saya kalau libur di Bali melihat turis Rusia, mereka biasanya jarang nginap di hotel bintang tiga ke bawah. Jarang sekali mereka yang di Kuta. Kebanyakan mereka di Nusa Dua, Jimbaran, di hotel yang bintang lima," sambungnya.

Artinya, lanjut Bambang, meski turis Rusia yang masuk ke Indonesia jumlahnya belum besar, namun mereka umumnya pengeluarannya untuk berwisata lebih besar dibandingkan turis dari negara lain. Artinya hal tersebut bisa memberikan devisa yang lumayan untuk Indonesia.

Meski demikian, Bambang berharap angka kunjungan turis Rusia ke Indonesia bisa terus digenjot. Menurutnya ini sangat memungkinkan karena Indonesia bisa menyediakan semua hal yang diinginkan warga Rusia saat berlibur. Dalam pandangannya, umumnya warga Rusia berlibur ke negara yang punya pantai.

"Rusia itu negara yang istilahnya jarang dapat matahari dan jarang lihat pantai. Jadi bisa dibayangkan begitu ada kesempatan berlibur pasti yang mereka cari adalah pantai dan itu kita punya karena dengan panjang pantai terpanjang di dunia setelah Kanada, maka Indonesia bisa menawarkan banyak ke Rusia, tapi karena juga masalah akses, akhirnya yang mendapatkan manfaat dari keinginan orang Rusia berlibur di pantai itu adalah Turki khususnya Antalya," kata Bambang.

Bambang menjelaskan Antalya salah satu kota turis paling penting di Turki. Dalam setahun menerima tiga juta orang Rusia.

"Kita satu negara cuma 100 ribu orang, mereka tiga juta. Sudah jelas apa yang dibutuhkan orang Rusia kita punya semua. Dengan kemampuan daya beli mereka, kita juga bisa menyediakan yang namanya hotel bintang lima dan semua fasilitas yang mereka inginkan," tuturnya

"Jadi tidak ada yang kurang. kecuali tadi yang disampaikan Pak Dubes aksesnya yang mungkin masih sulit dan juga mungkin promosi yang harus lebih gencar ke segala lapisan masyarakat di Rusia," lanjut mantan Menteri Keuangan itu.

Ketiga, menurut Bambang, penting agar bisa menarik pengusaha Rusia berinvestasi langsung ke Indonesia untuk menghadapi penguatan dolar AS. Karena itu, dia berharap para kepala daerah, pengusaha dan pelaku UKM yang hadir di Bisnis Forum Indonesia-Rusia betul-betul bisa meyakinkan investor Rusia berinvestasi langsung ke Tanah Air.

Bambang menambahkan, kebanyakan orang Rusia saat ini berinvestasi di sektor pariwisata di wilayah Bali dan Lombok. Artinya exposure investment Rusia di Indonesia masih sangat sedikit. Dia menilai itu akibat promosi Indonesia soal potensi besar daerah-daerah lain masih belum efektif.

Bambang juga berharap Indonesia bisa mengeksplorasi lebih jauh potensi-potensi terpendam Rusia untuk dibawa ke Indonesia.

"Karena perkiraan saya teknologi yang mereka punya jatuhnya bisa lebih murah daripada teknologi yang saat ini dikembangkan di negara-negara barat misalkan. Jadi ini lah yang harus kita lihat satu per satu," ucapnya.


Saksikan juga video 'Kepala Bappenas Minta Kepala Daerah Terpilih Segera Buat RPJMD':

[Gambas:Video 20detik]

(bar/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed