Follow detikFinance
Jumat, 03 Agu 2018 17:10 WIB

Harga Jengkol Dekati Daging Sapi, Ini Penyebabnya

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Instagram Foto: Instagram
Jakarta - Harga jengkol sedang tinggi-tingginya, bahkan hampir menyamai harga daging sapi segar. Di Pasar Minggu, harga jengkol dibanderol hingga mencapai Rp 100.000/kilogram (kg).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengatakan tingginya harga jengkol ini disebabkan karena belum memasuki musim panen. Menurutnya, hal ini hanya berpengaruh kepada para pecinta jengkol.

"Ya kalau nggak panen ya nggak ada (barangnya), ya harganya (jadi) mahal. Kan nggak ada substitusi, ya sebenarnya sih kalau barangnya nggak ada dan orangnya bukan jengkol mania sih nggak apa-apa. Mending makan yang lain," kata dia, kepada detikFinance, Jumat (3/8/2018).


Ngadiran menjelaskan, masa panen tanaman jengkol memiliki waktu panen. Di mana, jengkol baru bisa dipanen atau memasuki masa panen setiap enam bulan sekali.

Untuk daerahnya sendiri, Sumatera dan Kalimantan jadi daerah utama penghasil jengkol. Ngadiran menjelaskan, meski panen di dua pulau tersebut melimpah, namun tingkat konsumsi akan jengkol di dua pulau tersebut termasuk tinggi.

"Biasanya daerah panen itu Sumatera, Kalimantan. Itu banyak di Kalimantan Barat, itu Kalimantan Tengah, Sumatera, Lampung, Jambi itu daerahnya. Ini kan daerahnya lagi nggak panen," ujar dia.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed