Tenaga Kerja Asing di Sektor Migas Terus Dikurangi

Tenaga Kerja Asing di Sektor Migas Terus Dikurangi

- detikFinance
Rabu, 03 Agu 2005 12:35 WIB
Jakarta - Pemerintah akan terus berupaya mengurangi jumlah tenaga kerja asing (TKA) di sektor migas dan mengutamakan tenaga kerja nasional (TKN). Jumlah TKA sektor migas pun terus berkurang setiap tahun.Data dari BP Migas menyebutkan, realisasi penggunaan TKA sektor migas dengan status berproduksi mencapai 805 orang, sementara TKN mencapai 17.714. Sedangkan tahun 2005, jumlah TKA turun menjadi 764, TKN 16.671.Hal tersebut disampaikan Deputi Umum BP Migas Bangun Usman Harahap dalam seminar tentang tenaga kerja sektor migas di Hotel Bumikarsa, Kompleks Bidakara, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (3/8/2005).Selama tahun 2005, BP Migas menerima 833 usulan penggunaan TKA. Namun dari jumlah tersebut, BP Migas hanya memberi persetujuan penggunaan TKA sebanyak 683 orang. Artinya ada pengurangan 150 TKA. Jika diasumsikan biaya pekerja asing US$ 350 ribu per TKA per tahun, maka potensi penghematan biaya tahun 2005 mencapai US$ 52,5 juta.Usman menjelaskan, dalam kontrak kerja sama mengharuskan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menggunakan TKA dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas diperbolehkan sepanjang KKKS tetap mengutamakan TKN.Ditambahkan Usman, pada umumnya, penggunaan TKA diperbolehkan jika tenaga yang diperlukan atau bidang spesialisnya sulit ditemukan di Indonesia. Penggunaan TKA ini, lanjut dia, dikendalikan melalui mekanisme persetujuan penggunaan TKA KKKS. Menurut Usman, jumlah TKA akan disesuaikan dengan anggaran kerja dan program yang diajukan oleh perusahaan migas tiap tahunnya. BP Migas akan melakukan analisa, biaya dan keuntungannya, serta penjabaran kerjanya dan persyaratan dari TKA. Persetujuan izin TKA diberikan tiap tahun agar penggunaan TKA terkendali.Untuk tahun 2006, jumlah usulan penggunaan TKA sebanyak 779, dan yang disetujui hanya 615 TKA, atau ada pengurangan 164 TKA. Pada tahun 2007, ada usulan 676 TKA, dan yang disetujui hanya 522 TKA atau ada pengurangan 154 TKA. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads