PLN Minta Subsidi Listrik Ditambah atau Naikkan TDL
Rabu, 03 Agu 2005 15:32 WIB
Jakarta -
PLN meminta tambahan subsidi listrik atau diperbolehkan menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Hal itu akan dilakukan jika upaya penghematan dan permintaan pengurangan biaya operasi PLN seperti pajak tidak berhasil mengurangi beban PLN. "Dampak kenaikan BBM, PLN mengalami kenaikan produksi hampir Rp 14 triliun di tahun ini, dengan loses diprediksi Rp 6-7 triliun," kata Dirut PLN Eddie Widiono di sela-sela dialog antara PLN dan asosiasi industri di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (3/8/2005). Namun Eddie menegaskan, kenaikan TDL merupakan pilihan terakhir PLN. Hal itu terpaksa dilakukan untuk mengurangi rugi di saat kenaikan BBM. Untuk itu, PLN tengah berusaha meningkatkan efisiensi dengan menekan susut tahun ini sebesar 2 persen menjadi 9,8 persen. Tahun lalu, PLN mengalami susut hingga 11,8 persen. "Salah satu ide kami adanya biaya tambahan kalau BBM harganya di atas harga yang ditentukan, maka PLN boleh mengenakan rumus-rumus kelebihan ini," kata Eddie. Eddie menegaskan, biaya tambahan tersebut baru sebatas wacana dan harus hati-hati mengingat konsumen masih terbebani kenaikan BBM.
(qom/)










































