Kenaikan Tarif PPnBM Tidak Efektif Menghemat BBM
Kamis, 04 Agu 2005 01:53 WIB
Jakarta - Kebijakan menaikkan tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dikritik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Gaikindo menilai kebijakan ini tidak akan efektif menghemat pemakaian BBM.Gaikindo melihat kebijakan tersebut tidak tepat sasaran, karena populasi kendaraan tidak berkurang. Di samping itu kebijakan tersebut tidak searah dengan kebijakan global dalam bidang perpajakan."Dengan demikian, sasaran pemerintah untuk mengurangi pemakaian BBM tidak tercapai," ujar Sekjen Gaikindo Freddy Sutrisno dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis, (4/8/2005).Apabila pemerintah menaikkan tarif PPnBM maka akan berdampak, pertama harga jual kendaraan naik dan mengurangi daya beli masyarakat. Kedua menurunkan volume penjualan yang akan berdampak kepada penurunan produksi dan PHK. Ketiga mengurangi minat investasi.Gaikindo mengusulkan beberapa alternatif lain dalam menghemat BBM, yakni BBM jenis premium hanya digunakan untuk kendaraan umum dan angkutan sepeda motor. Pembebasan PKB, BBN untuk kendaraan umum, penyesuaian harga BBM secara bertahap, mendorong pemakaian BBG dan energi alternatif serta mendorong pemberian insentif kepada pemakai kendaraan hemat energi.
(ddn/)











































