Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Agu 2018 08:42 WIB

Fakta-Fakta Serbuan TKA China di Morowali

Danang Sugianto - detikFinance
1 Jumlah TKA China Capai 3.000an Orang
Halaman 2 dari 7
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto

CEO IMIP Alexander Barus mengakui, memang ada TKA di wilayah industri nikel terbesar itu, khususnya dari China. Sebab baik investor, hingga teknologi hilir berasal dari China.

"Awalnya kita PT SMI ini harus bangun smelter, Indonesia ini belum pernah membangun smelter. Jadi kami datangkan dari China. Ya gini kalau kita beli AC, kan yang pasangin AC itu yang jual, masa kita," tuturnya di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Alex menerangkan hingga hari ini total TKA di IMIP mencapai 3.121 orang. TKA China itu tersebar dari 16 perusahaan yang ada di kawasan industri tersebut, termasuk di IMIP selaku pengelola kawasan.

"Di IMIP sendiri TKA-nya hanya 18 orang. Sisanya terbagi dari 16 perusahaan itu," tambahnya.

Paling banyak perusahaan yang memakai TKA China adalah PT Indonesia Guang Ching Nickel & Stainless Steel Industry sebanyak 833 orang. Lalu ada PT Sulawesi Mining Investment (SMI) sebanyak 597 orang dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel sebanyak 556 orang.

"Untuk SMI itu banyak juga karena baru bangun smelter lagi, jadi banyak TKA untuk pembangunan itu," tambahnya.

TKA China itu juga sebenarnya terdiri dari 2 jenis, yakni TKA yang bekerja sebagai kontraktor dan yang bekerja dalam bidang operasional. Pihaknya menjadi untuk TKA kontraktor akan kembali ke negaranya ketika pekerjaan sudah selesai.

"Untuk yang dibidang operasional, juga sedikit demi sedikit kami gantikan dengan TKI. Makanya kami tandemkan setiap 1 operator China ada 1 TKI biar mereka bisa menyerap pengetahuan mereka," tambahnya.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com