Kemendes Puji Program 'Bekerja' Kementan, Ini Alasannya

Kemendes Puji Program 'Bekerja' Kementan, Ini Alasannya

Rizki Ati Hulwa - detikFinance
Rabu, 08 Agu 2018 13:13 WIB
Kemendes Puji Program Bekerja Kementan, Ini Alasannya
Aksi Mentan Amran bagi-bagi ayam di Cianjur/Foto: Dok Kementerian Pertanian
Jakarta - Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melontarkan pujian terhadap program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digagas oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Program Bekerja dinilai memiliki korelasi yang sangat signifikan dengan prioritas pembangunan desa, yaitu menjadikan desa mandiri.

"Saat ini, 82,7 persen desa-desa di Indonesia adalah petani, dalam artian, kalau kita bisa tingkatkan sektor pertanian di Indonesia, maka kesejahteraan desa akan meningkat," demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi, Rabu (8/8/2018).

Anwar mengatakan itu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program #Bekerja Kementan Tahun 2018 yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) di Surabaya, Selasa (7/8/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pada Rakor ini dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementan dengan Kementerian Sosial dengan Kemendes PDTT tentang sinergi kegiatan Bekerja. Hadir Mentan Amran, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan perwakilan Kemensos.

Anwar membeberkan ada tiga program Kemendes yang disebut sangat signifikan dengan program Bekerja. Pertama, Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades).

Lebih lanjut Anwar jelaskan, dengan mengenal produk andalan masing-masing kawasan pedesaan, Kementan melalui Program Bekerja dapat dengan mudah mengucurkan bantuan, misalnya ayam, kambing dan tanaman hortikultura.

"Dengan demikian desa diharapkan mampu mempercepat pemeratan pembagunan di desa, menguatkan pembangunam daerah dan yang terpenting menurunkan angka kemiskinan," terang Sanusi.

Kedua, sebut Anwar, program Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Badan ini berperan mengelola keunggulan masing-masing desa. Dari menyediakan benih, pupuk hingga menjadi wadah untuk membeli hasil petani.

"Ketiga adalah embung. Jika embung berhasil maka sektor pertanian sukses," tuturnya.


Menteri Amran menjelaskan Program Bekerja hadir untuk meningkatkan aset produktif, sehingga meningkatkan pendapatan keluarganya. Dengan pendapatan yang cukup maka mereka mampu berada di atas garis kemiskinan.

"Kemiskinan tidak bisa diselesaikan oleh satu Kementerian atau Lembaga saja tapi perlu dukungan yang lain," ungkapnya.

Kemensos lebih pada Bantuan Sosial, Kemendes pada aspek pengembangan produk dan pemasaran dan infrastruktur, sedangkan Kementan menekankan pada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat miskin di pedesaan.

"Program Bekerja merupakan salah satu solusi permanen dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan," ujarnya. (ega/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads