Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Agu 2018 13:46 WIB

Jualan Kardus Bisa Dapat Omzet Rp 300 Juta/Bulan Lho

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Siapa sangka pendapatan dari penjualan kardus bekas bisa menghasilkan uang sampai ratusan juta rupiah. Hal itu ternyata dilakukan oleh alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Dewi Lestari.

Setiasp hari Dewi bisa menjual hingga 1.000 kardus. Untuk jenis kardus yang ia jual pun beragam, ada jenis yang kecil sampai yang besar. Kisaran harganya, antara Rp 5.000- 20.000.

"Sehari bisa keluar 1.000 kardus bisa lebih nggak tentu, biasanya yang banyak keluar itu kardus yang bekas," kata Dewi saat dihubungi detikFinance, Kamis (9/8/2018).

Dewi menjelasakan, awalnya bisnis jualan kardus ini merupakan pemasukan sampingan. Namun lama- lama bisnis kardusnya mulai berkembang seiring banyaknya konsumen yang memesan.

Dewi mengaku bisa menjual 500-1.000 kardus per hari jika diasumsikan penjualan 1.000 kardus dikalikan kardus yang paling banyak dibeli yaitu di harga Rp 10.000 maka penghasilan dari penjualan kardus bisa mencapai Rp 300 juta/ bulan.

"Iya bisa (Rp 300 juta) tapi kan nggak tentu, bisa kurang bisa lebih," kata dia.

Ia mengaku untuk mengumpulkan ribuan kardus dia sudah bekerjasama dengan 10 perusahaan yang kerap kali memberikan suplai kardus bekas.


"Biasa kan pabrik-pabrik itu kalau dia habis mengimpor barang barang dari luar banyak kardus yang tidak terpakai tapi masih bagus. Nah di situ kita ambil," kata dia.

Per pabrik dalam sehari bisa mensuplai 2 truk atau 2.000 kardus bekas. Jadwal pengambilannya pun berbeda-beda untuk, sehingga Dewi mengaku selalu mengamankan stok barang untuk kebutuhan pesanan.

"Kan nggak selalu pabrik itu punya 1.000 kardus, kadang hanya 500 itu harus siap kita tampung atau bisa aja 3.000 itu harus siap kita beli. Makanya saya simpan di tiga gudang. Karena permintaan juga selalu ada, terutama yang sudah langganan, biar permintaan mereka tidak kurang," jelas dia.


Ramai #JenderalKardus vs #JenderalBaper, tonton videonya di sini:
[Gambas:Video 20detik]

Kebutuhan untuk kardus juga beragam, mulai dari kebutuhan pindahan, penyimpanan arsip, sampai pengiriman barang.

"Beragam ya, tapi kalau yang kebutuhan bisa mungkin bisa pakai kardus bekas. Tapi kalau kebutuhannya untuk ekspor itu bisanya kardusnya pesan, ukuran berapapun," kata dia.

Untuk harganya, kardus dengan ukuran yang sudah dipesan ini dua kali lipat dari harga kardus bekas. Dewi juga awalnya tidak menyangka jika bisnisnya saat ini dapat membuat ia lebih mapan. Terutama ia bisa lebih santai untuk mengembangkan pasar sambil mengakomodir kebutuhan konsumen di kawasan Jakarta Banten dan Jawa Barat.

"Minimum order itu 1.000 kardus ya, terutama di Kalimantan mereka itu cukup kesulitan untuk mendapatkan kardus untuk pengiriman yang layak, dari situ kita ambil pasarnya," kata dia. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com