Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Agu 2018 17:41 WIB

Sandiaga Uno, dari Orang Terkaya Sampai Panama Papers

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Nama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno disebut-sebut menjadi calon kuat calon wakil presiden Prabowo Subianto. Sandiaga Uno merupakan pengusaha muda yang sukses di Indonesia, ia bahkan menduduki posisi orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan Globe Asia.

Versi Forbes, Sandi menduduki posisi ke 37 orang terkaya di Indonesia. Sedangkan di Globe Asia Sandi menduduki posisi ke 85 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 300 juta, meskipun jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$ 500 juta.

Berdasarkan catatan detikFinance, Sandiaga Uno pernah menduduki posisi direktur keuangan NTI Resources Ltd, sebuah perusahaan minyak dan gas asal Kanada. Ia bekerja di NTI pada periode 1995 - 1996 dan kemudian mengundurkan diri.

Sandi pulang ke Indonesia dan ia mulai menjadi pengusaha dengan mendirikan perusahaan konsultan keuangan. Perusahaan bernama Recapital Advisors ini dibangun bersama rekannya Rosan P Roeslani yang saat ini menjabat sebaga ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Selain Recapital, Sandi bersama guru bisnisnya William Soeryadjaja dan Edwin Soeryadjaja mendirikan Saratoga Investama. Sebuah perusahaan investasi yang bergerak di bidang pertambangan, telekomunikasi, konsumer dan produk kehutanan.

Dalam berbisnis, Pria kelahiran Rumbai, Pekanbaru 28 Juni 1969 ini memang sudah menyiapkan diri sejak bangku sekolah. Ia adalah peraih gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University pada tahun 1990 dengan predikat lulus Summa Cum Laude. Kemudian ia juga memperoleh gelar Master of Business Administration dari George Washington University pada 1992.

Sandi juga pernah menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) sejak Januari, 2011. Kemudian ia pernah menjadi ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kadin Indonesia.



Pada 2016, Sandi pernah masuk dalam daftar Panama Papers atau sebuah data milik firma hukum Mossack Fonseca berisi data penggelapan banyak pengusaha hingga pengusaha dunia. Nama Sandi saat itu tercantum sebagai klien Fonseca yang berasal dari Indonesia.

Kemudian pada 2017 nama Sandi juga pernah masuk dalam Paradise Paper yakni sebuah dokumen yang dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (IJIC). Dalam dokumen Sandi disebut sebagai salah satu petinggi NTI Resources yang terdaftar di negara surga pajak, yakni bermuda. Data-data tersebut terungkap dari data yang dimiliki oleh firma hukum offshore Appleby.

Sandi juga mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty yang dilaksanakan pada tahun 2016 lalu.



Saksikan juga video 'Cawapres Sandiaga Sesumbar Janjikan Pemerintahan Bersih':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed