Follow detikFinance
Kamis, 09 Agu 2018 19:00 WIB

Kementan: Ekspor Telur Tumbuh 2.824% Periode 2015-2018

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Selama pemerintahan Jokowi-JK, Indonesia berhasil meningkatkan produksi dan daya saing komoditas telur unggas. Peningkatan itu menembus pasar internasional dalam volume yang naik tajam.

Tercatat, dari data BPS, ekspor telur unggas tahun 2015 hanya 13 ton, 2016 naik 303 ton dan 2017 pun naik menjadi 386 ton. Negara tujuan ekspor meliputi Myanmar, Papua Nugini, Vietnam, dan Malaysia.

"Dengan demikian, pertumbuhan ekspor 2017 terhadap 2015 sebesar 2.824% dan pertumbuhan ekspor 2017 terhadap tahun sebelumnya mencapai 27%," ujar Kepala Pusat data dan Informasi Kementan Ketut Kariyasa dalam keterangan tertulis, Kamis (9/8/2018).


Karena itu, Ketut Kariyasa menekankan pertumbuhan ekspor tersebut patut dibanggakan dan dicatat sebagai sejarah baru kebangkitan dunia usaha telur Indonesia. Pasalnya, di tahun 2013 Indonesia sama sekali tidak melakukan ekspor dan di tahun 2014, Indonesia hanya mampu mengekspor telur sebanyak 1 ton.

"Ini membuktikan Indonesia berhasil mengembangkan usaha telur unggas dan bisa ikut bersaing dengan negara lain dalam mengembangkan telur yang berkualitas premium dan sesuai dengan persyaratan internasional," tegasnya.

Selain komoditas telur, Ketut menyebut ekspor daging ayam pun mengalami peningkatan drastis. Terlihat dari data BPS, ekspor daging tahun 2013 hanya 1 ton, 2014 Indonesia tidak melakukan ekspor, 2015 sebesar 4 ton, 2016 sebesar 16 ton dan ekspor daging ayam 2017 naik tajam yakni 312 ton.

"Artinya, pertumbuhan ekspor daging ayam 2017 terhadap 2016 mencapai 1.834%. Di tahun 2018 ditargetkan volume ekspor semakin naik dan pasar internasional pun diperluas," sebutnya.


Ketut mengungkapkan populasi unggas tahun 2018 diproyeksikan 20 ekor breeder, 166 juta ekor layer, 3 hingga 3,2 miliar ekor broiler dan 52 juta ekor male layer. Dia mengatakan pertama dalam sejarah, di tahun 2018 Indonesia telah mengekspor daging ayam olahan yang menembus pasar Jepang. Selain Jepang, Indonesia juga siap mengekspor ke Malaysia, Timor Leste dan Filipina.

"Dengan begitu, di tahun 2018 ekspor produk peternakan Indonesia dipastikan mampu menembus pasar-pasar negara yang tergabung dalam MEA. Ekspor tersebut merupakan implementasi upaya Kementan meningkatkan perekonomian negara melalui penerimaan devisa," tuturnya.


Saksikan juga video 'Jokowi: Inflasi Bisa Kita Kendalikan, Ekspor Juga Baik':

[Gambas:Video 20detik]

(ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed