Pertamina Impor BBM 50 Persen Kebutuhan Nasional
Kamis, 04 Agu 2005 13:42 WIB
Jakarta -
Pertamina akan mengimpor 50 persen dari kebutuhan kuota BBM atau sekitar 17,8 juta barel produk BBM dari Singapura, Kuwait dan Timur Tengah, untuk memenuhi kebutuhan bulan Agustus. Impor ini naik dari bulan lalu yang hanya sekitar 30 persen."Kita melakukan impor karena kapasitas kilang sudah maksimum. Ini karena demand yang meroket," kata Kepala Divisi BBM Pertamina Ahmad Faisal di Kantor Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Kamis (4/8/2005).Impor dilakukan Pertamina untuk menjaga pasokan stok BBM ke pada titik aman yakni 22 hari. "Awal Agustus stok BBM aman di atas 21 hari. Diharapkan pada akhir Agustus akan stabil di level 22 hari," tutur Ahmad. Saat ini, konsumsi premium sudah melebihi kuota sebanyak 10 persen, minyak tanah sebesar 5 persen dan solar 10 persen. Bagi industri yang sudah menggunakan harga pasar dalam membeli BBM maka akan diberikan layanan sebaik-baiknya dengan memberikan berapa pun yang akan diminta."Tapi kalau ketahuan ada industri beli BBM di pangkalan liar dengan harga subsidi, maka kami akan bekerjasama dengan TNI/Polri untuk memberantas penyalahgunaan BBM. Untuk transporternya akan kita tutup," ujarnya.Saat ini yang terjadi pengisian tanki Pertamina selalu kalah cepat dengan permintaan masyarakat sehingga Pertamina kesulitan menjaga stok BBM. "Pertamina punya 17 depo di seluruh Indonesia tapi tidak mungkin semua dipenuhi karena negara kita kepulauan. Tapi kami meminimalisasi stok depo kritis yaitu kurang dari 3 hari," kata Ahmad.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































