Target Setoran PPA Naik Rp 2 T

Target Setoran PPA Naik Rp 2 T

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2005 15:48 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk menaikkan setoran ke APBN tahun 2005 sebesar Rp 2 triliun, yakni dari Rp 4 triliun menjadi Rp 6 triliun. Hal tersebut disampaikan Dirut PPA Muhammad Syahrial di kantornya, Sudirman Square, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (5/8/2005).Syahrial menjelaskan, untuk memenuhi setoran Rp 6 triliun itu, PPA akan mengupayakan Rp 5 triliun dari hasil penjualan aset dan Rp 1 triliun dari pendapatan pajak dan dividen.Syahrial menjelaskan, PPA sudah menyetor dana pada pemerintah sekitar Rp 1,29 triliun bulan lalu. Setoran itu akan bertambah dari penjualan saham Bank Danamon Rp 2,68 triliun. Sisanya diharapkan berasal dari penjualan BCA atau BII.Syahrial optimis target tersebut bisa tercapai, mengingat PPA masih akan melakukan penjualan saham sampai akhir tahun, terutama untuk BCA dan BII."Kalau untuk Bank Permata dan Bank Lippo sepertinya tidak bisa tahun ini, karena waktu tinggal 3 bulan dan permintaan persetujuan ke DPR biasanya lama," katanya. Divestasi BCAMengenai divestasi 5,02 persen saham pemerintah di BCA, Syahrial mengatakan, hal itu akan dilakukan sesuai dengan harga pasar yang ada. Sebelumnya Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, divestasi 5,02 saham BCA tersebut diharapkan mampu menghasilkan dana sekitar Rp 3 triliun. "Kita belum tahu berapa. Tapi kalau Pak Menteri bilang Rp 3 triliun, sepertinya itu keselip," katanya. Pada 24 Maret 2005, PPA gagal menjual saham BCA tersebut karena tidak berhasil memperoleh harga yang optimal. Menurut Syahrial, saat itu pemerintah berharap bisa menjual di level Rp 3.700-3.900. Namun penawaran yang masuk untuk harga Rp 3.400 mencapai 77 persen dari penawaran dan harga Rp 3.775 sebesar 23 persen. Atas dasar itu, pemerintah akhirnya membatalkan divestasi karena jauh di bawah target. Syahrial menegaskan, penjualan saham BCA akan dilakukan pada waktu yang tepat, sehingga hasil yang didapat bisa maksimal. Pemerintah melalui PPA masih memiliki sejumlah kepemilikan saham, antara lain di BCA (5,02 persen), Bank Permata (26,17 persen), Bank Lippo (1,5 persen), BII (5,53 persen), Bank Tabungan Pensiunan Nasional (28,39 persen), MayBank Indocorp (6,08 persen), Bank Panin (0,0005 persen). (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads