ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Agu 2018 13:42 WIB

500 Barang Impor Mau Disetop, Menperin: Kebanyakan Barang Konsumsi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Airlangga Hartarto. (Andhika Prasetia/detikcom). Foto: Airlangga Hartarto. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana penyetopan impor 500 komoditas paling banyak adalah barang konsumsi.

Dia bilang, Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Perdagangan, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tengah mengidentifikasi 500 komoditas impor tersebut.

"Akan di-review lagi dan kebanyakan barang konsumsi. Bahan baku tentu tidak dipersulit ya dan juga barang modal," kata Airlangga di komplek DPR, Jakarta, Kamis (16/8/2018).


Identifikasi yang dilakukan pemerintah, kata Airlangga untuk mengetahui bahwa 500 komoditas yang merupakan barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal bisa diproduksi di dalam negeri.

"Substitusi impor kan harus ada barang yang sudah ada di dalam negeri, nah itu kita dorong untuk beli di dalam negeri. Tapi kalau barang yang masih diperlukan untuk bahan baku industri, tentu tidak dipersulit," jelas dia.

Langkah pemerintah yang akan menyetop impor 500 komoditas ini pun dilakukan demi memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belakangan ini terus melemah.


Menurut Airlangga, langkah pemerintah mengidentifikasi impor 500 komoditas ini pun sudah disampaikan kepada pelaku industri. Bahkan, pihaknya sudah menyediakan produk dalam negeri sebagai pengganti impor.

"Kita sudah ada, kalau substitusi impor kita bikin pabrik. Misalnya bahan baku plastik. Kan ada dua pabrik, bahan kimia kita lihat bahan untuk farmasi, nah tentu itu akan didorong juga, kita sudah bahas dengan industri," ujar dia.

Hanya saja, Airlangga mengaku proses identifikasi tersebut belum bersifat final. Sampai saat ini pihaknya bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan masih membahasnya. (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com