Follow detikFinance
Jumat, 17 Agu 2018 18:18 WIB

Trump Kembali Ancam akan Guncang Ekonomi Turki

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Perseteruan Amerika Serikat (AS) dengan Turki kian memanas. Presiden AS Donald Trump terus menebar ancaman kepada pemerintahan Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Trump melalui akun Twitternya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membayar apapun untuk membebaskan pendeta asal AS yang ditahan di Turki, Andrew Brunson. Trump justru semakin menebar ancamannya.

"Turki telah mengambil keuntungan dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Mereka sekarang menahan Pendeta Kristen kita yang luar biasa, yang sekarang harus saya tanyakan untuk mewakili Negara kita sebagai sandera patriot yang hebat. Kami tidak akan membayar apapun untuk membebaskan orang yang tidak bersalah," cuit Trump dilansir dari CNBC, Jumat (17/8/2018).

Di hari sebelumnya AS kembali memperingatkan Turki pada bahwa akan lebih banyak sanksi yang dikeluarkan untuk mengancam ekonomi Turki, kecuali mau menyerahkan Brunson. Hubungan antara kedua negara semakin memburuk.


Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin meyakinkan Trump pada sidang Kabinet bahwa sanksi siap diberlakukan jika Brunson tidak dibebaskan.

"Kami memiliki lebih banyak yang telah kami rencanakan untuk dilakukan jika mereka tidak membebaskannya dengan cepat," kata Mnuchin dalam pertemuan itu.

Penasihat keamanan nasional Trump John Bolton, juga telah mengeluarkan peringatan keras kepada duta besar Turki Serdar Kilic ketika mereka bertemu pada hari Senin di Gedung Putih. Bolton mengatakan tidak akan ada negosiasi

"Bebaskan Brunson," kata Bolton.

Turki telah berusaha untuk membujuk Amerika Serikat untuk menyelamatkan Halkbank milik negara Turki dari denda karena diduga membantu Iran menghindari sanksi AS. Mereka juga menginginkan Washington untuk menyerahkan ulama Turki, Fethullah Gulen, yang tinggal di Pennsylvania.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed