Follow detikFinance
Selasa, 21 Agu 2018 07:29 WIB

Belajar Jadi Orang Kaya dari 'Steve Jobs' Asia

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Samsung merupakan perusahaan produsen elektronik raksasa asal Korea Selatan. Perusahaan ini mampu mengembangkan dominasi bisnisnya hingga manca negara.

Produk Samsung yang paling merajalela adalah telepon selular. Samsung bahkan bisa berdiri sejajar dengan perusahaan produsen smartphone asal Amerika Serikat (AS) Apple.

Samsung kini menjadi kerajaan perusahaan yang begitu besar di Korea Selatan. Bahkan keluarga Lee yang mendirikan Samsung, disebut-sebut memiliki kekayaan dari perusahaannya itu setara dengan 17% dari PDB negaranya.

Menurut data Bank Dunia, PDB Korea Selatan pada 2016 mencapai US$ 1,22 triliun. Jika dikalikan dengan kurs saat ini (Rp 14.500) nilai PDB Korsel sekitar Rp 17 ribu triliun. Jika dihitung-hitung maka nilai kekayaan perusahaan Samsung sekitar Rp 3 ribu triliun.

Forbes sendiri menyebutkan keluarga Lee kini menduduki posisi keluarga kedua paling kaya di Asia dengan total harta mencapai US$ 40,8 miliar atau sekitar Rp 591,6 triliun. Harta keluarga Lee hanya kalah dari keluarga Ambani dari India yang mempunyai kekayaan US$ 44,8 miliar. Keluarga ini bahkan disebut-sebut sebagai 'Steve Jobs' dari Asia.

Melansir Business Insider, Selasa (21/8/2018), asal muasal berdirinya perusahaan Samsung lahir dari tangan Lee Byung-chul. Pria yang lahir pada 12 Februari 1910 ini merupakan anak dari keluarga kaya yang memiliki banyak tanah. Dia mendapatkan banyak warisan dari orangtuanya.

Pada 1938 Lee Byung-chul mendirikan perusahaan perdagangan ekspor yang menjual bahan makanan ke China yang bernama Cheil. Perusahaan ini berjalan sukses dan menjadi cikal bakal berdirinya Samsung.

Lee Byung-chul pertama kali menjalankan usahanya hanya mengeluarkan modal sekitar US$ 25. Angka itu membengkak menjadi US$ 529,5 miliar pada tahun 2014.

Tak bisa dipungkiri kesuksesan Samsung berkat produk elektronik komunikasinya. Pada 1999 Samsung mulai memproduksi telepon genggam yang mempunyai akses internet.

Samsung sukses mengembangan produk tersebut. Bahkan 2004 tercatat ada sekitar 2 juta telepon genggam Samsung terjual di AS yang merupakan markas Apple. Bahkan pada 2008 Samsung disebut sebagai produsen ponsel terbesar di AS.

Samsung mengeluarkan Galaxy S pertama yang merupakan smartphone high-end perusahaan pada 2010. Produk itu laku terjual sebanyak 24 juta unit.

Meskipun angka penjualan itu masih lebih kecil dibandingkan penjulan iPhone 4 sekitar 85 juta unit dalam periode yang sama. Namun ketika Samsung mengeluarkan S3, perusahaan menjadi pesaing terberat bagi Apple.

Perusahaan Samsung sejatinya begitu besar. Setidaknya ada beberapa perusahaan dibawah naungan perusahaan keluarga ini.

Seperti Samsung Electronics yang memproduksi produk elektronik selain smartphone ada pula TV, kamera dan produk elektronik lainnya. Perusahaan ini juga memproduksi komponen elektronik untuk beberapa perusahaan lainnya seperti HTC, Sony bahkan Apple.

Lalu ada Samsung Everland/Cheil Industries yang merupakan perusahaan berbisnis ritel dengan produk pakaian mewah, serta taman hiburan.

Kemudian Samsung C & T yang merupakan perusahaan konstruksi, investasi dam persagangan. Ada juga Samsung Life Insurance, yang merukan perusahaan asuransi jiwa

Samsung SDS perusahaan teknologi informasi, Cheil Worldwide perusahaan periklanan dan pemasaran, Samsung Heavy Industri perusahaan pembuat kapal, serta Samsung Techwin perusahaan teknologi senjata.


Kerajaan perusahaan ini masih melekat di keluarga Lee yang kini sudah mencapai generasi ketiga. Keluarga ini menerapkan jaringan perusahaan yang saling silang, di mana anggota keluarga memiliki sedikit bagian dari seluruh perusahaan itu.

Tujuannya tentu untuk menjaga suksesi dan membuat ketidakjelasan dari segi kepemilikan. Sebagai contoh Cheil Worldwide merupakan perusahaan afiliasi Samsung. Tapi Cheil mengumumkan akan membeli saham Samsung.

Contoh lainnya, Samsung melakukan ekspansi dengan membeli saham perusahaan insurance yang menjadi Samsung Life Insurance. Ternyata perusahaan ini sengaja dibuat untuk mengontrol saham Samsung Electronics.

Tak ada gading yang tak retak. Keluarga ini juga memiliki catatan kelam dan juga cerita menarik.

Misalnya 1956, Lee Sook-hee adik dari Lee Kun-hee (Chairman Samsung Electronics sekaligus penerus Lee Byung-chul) menikah dengan anak keluarga pemilik LG.

Hubungan antar keluarga konglomerat itu harmonis sampai akhirnya LG menjadi salah satu penjual produk elektronik terbesar di Korsel. Mulai saat itu hubungan Lee Byung-chul dengan besannya memburuk.

Pada tahun 1996, Lee Kun-hee juga tercatat dihukum karena melakukan suap kepada mantan Presiden Korea Selatam Chun Doo-hwan dan Roh Tae-woo. Kemudian dka diampuni oleh Presiden Kim Young-sam pada tahun 1997.


Kasus serupa hampir muncul pada 2007. Kepala pengacara Samsung, Kim Yong-chul, mengatakan kepada pejabat dana gelap yang dimiliki oleh Lee Kun-hee, digunakan untuk menyuap jaksa, hakim, dan tokoh politik di Korea Selatan.

Lee Kun-hee dinyatakan bersalah karena mengemplang pajak sebesar US$ 45 juta dan denda sekitar US$ 90 juta. Dia dijatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun setelah masa tunggu lima tahun. Saat itu dia mengundurkan diri dari perusahaannya.

Kini Samsung Electronics dipimpin oleh anaknya Lee Kun-hee yakni Lee Jae-yong. Dia merupakan anak tertua yang mengembang tugas untuk tetap menjaga sukses keluarga di kerajaan perusahaan Samsung.

Saksikan juga video ' Sandi Ingin OK OC Bisa Hasilkan Steve Jobs dan Bill Gates ':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed