Follow detikFinance
Selasa, 21 Agu 2018 19:07 WIB

Batalkan Proyek Pinjaman China, Begini Kondisi Utang Malaysia

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Infografis: Zaki Alfaraby/detikcom Foto: Infografis: Zaki Alfaraby/detikcom
Jakarta - Perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad membatalkan dua proyek strategis yang sedianya akan dibiayai dari pinjaman China sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 290 triliun.

Langkah itu diambil dengan tujuan untuk mengurangi rasio utang negeri jiran tersebut yang dinilai makin kritis. Hal itu mengacu pada kondisi ekonomi negara tersebut. Ada apa dengan kondisi keuangan Malaysia?

Mengutip reuters, Selasa (21/8/2018), hingga Maret 2018, rasio utang Malaysia tercatat sebesar 51% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Angka tersebut tergolong tinggi. Menurut kajian terbaru international monetary fund (IMF), rasio utang bisa dikatakan aman apabila masih di bawah 60% terhadap PDB.


Artinya, rasio utang Malaysia masih dikatakan aman meskipun sudah mendekati batas.

Di sisi lain, utang Malaysia tercatat masih didominasi dalam bentuk mata uang lokal. Masih mengutip Reuters, utang Malaysia tercatat 97%-nya dalam bentuk ringgit.

Hal ini menguntungkan bagi pemerintah Malaysia, lantaran lebih kuat terhadap dampak gejolak ekonomi global.


Sederhananya, bila nilai tukar Dolar AS meningkat, beban utang yang harus dibayarkan tak ikut meningkat terlalu tinggi karena kewajiban yang harus dilunasi masih berbentuk ringgit.


Saksikan juga video 'Malaysia Bertumpu Pada China Untuk Berkembang':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed