Follow detikFinance
Kamis, 23 Agu 2018 07:33 WIB

Mahasiswa DO Ini Sekarang Masuk 10 Besar Orang Terkaya Dunia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Tak lulus dari bangku sarjana bukan berarti tak bisa sukses. Larry Ellison contohnya, ia adalah pendiri raksasa piranti lunak Oracle yang kini sukses dan memiliki harta triliunan rupiah.

Mengutip Forbes, Ellison memiliki harta sebesar US$ 59,2 miliar atau sekitar Rp 852,48 triliun (kurs Rp 14.400). Dengan hartanya itu, Ellison masuk peringkat ke-10 orang terkaya dunia versi Forbes 2018.

Ellison mendirikan Oracle pada 1977, saat itu ia melihat jika kebutuhan piranti lunak untuk basis data sangat tinggi dan ia memanfaatkan kesempatan tersebut. Ellison melepaskan jabatan CEO Oracle pada 2014, hingga kini ia masih menduduki posisi Chief Technology Officer dan ketua dewan pengawas perusahaan.

Oracle kini bersiap diri untuk masuk dalam komputasi awan atau cloud computing. Karena itu Oracle mengakuisisi perusahaan software Netsuite sebesar US$ 9,3 miliar pada 2016 lalu. Tak hanya bisnis Ellison juga murah hati ia menyumbangkan US$ 200 juta kepada Universitas Southern California untuk pusat perawatan kanker.

Dalam sebuah pidato di acara kelulusan Universitas Southern California Ellison menceritakan pengalaman hidupnya yang putus kuliah namun sukses mendirikan perusahaan. Dia menceritakan jika ia tak yakin dalam mengambil langkah ia tak mungkin mendirikan sebuah perusahaan teknologi terbesar di dunia.

"Seluruh anggota keluarga berharap saya menjadi dokter. Mereka terus meyakinkan cita-cita mereka cocok untuk saya," ujar Ellison dikutip dari businessinsider.com.

Namun ia akhirnya gagal, sekeras apapun dirinya mencoba untuk meraih gelar dokter. Menurut dia, belajar kedokteran bukan hal yang menarik untuknya karena itu ia memutuskan untuk berhenti kuliah dan pindah ke California.

"Waktu itu saya kira kurang disiplin dan egois. Tapi saya harus menjadi orang yang saya inginkan, jadi saya putuskan untuk berhenti," jelas dia.

Setelah kepindahannya ke California, Ellison mengisi kegiatan dengan menjadi ahli lingkungan dan pemrograman komputer. Ia juga melakukan olahraga panjat tebing dan melakukan seluruh kegiatan yang ia sukai.

Ketika keluar dari bangku kuliah, Ellison terus bereksperimen mencoba hal baru. Akhirnya ia menciptakan jenis basis data baru yang dianggap dunia sebagai teknologi yang sangat menentukan di abad ini.

Menurut dia hal tersebut adalah pencapaian tertinggi dalam hidupnya dan merupakan sebuah kemajuan.

"Saya sudah melakukan apa yang saya sukai dan saya senangi. Punya pekerjaan dan bisa membayar tagihan itu cukup membuat saya bahagia, namun tidak untuk istri saya," tambah dia.


Momen itu adalah yang terberat untuk Ellison, dia menyebut sang istri menilai dirinya yang putus sekolah bukanlah orang yang memiliki ambisi besar untuk meraih sesuatu di masa depan. Akhirnya mereka berpisah. Dari situ Ellison belajar, jika manusia memang tidak dapat selalu memenuhi keinginan orang lain.

Namun Ellison tak kecewa pada kehidupannya. Karena memang mimpi setiap orang berbeda dan tak selalu harus berjalan beriringan.

Karena kesuksesannya, Ellison mengaku keluarganya sudah memaafkan dia soal kasus drop out di kampusnya. Kini tak ada lagi orang yang memberikan Ellison cap manusia yang tak punya ambisi.

Ia berpesan jangan pernah takut untuk bereksperimen dan mencoba hal baru. Jangan takut jika orang mencibir atau berkomentar negatif.

"Masing-masing manusia memiliki kesempatan untik menemukan diri sendiri. Anda mesti tau siapa anda seharusnya. Banyak kesempatan untuk mewujudkan mimpi-mimpimu, bukan mimpi orang lain," jelas dia.

Suka barang mewah

Sebagai orang terkaya di dunia, Ellison juga gemar mengkoleksi barang mewah seperti mobil sport, kapal pesiar hingga pesawat pribadi. Ellison adalah pria keturunan Yahudi yang suka berlayar, ia memiliki yacht mewah bernama Rising Sun. Yacht yang dimilikinya adalah yang terbesar nomor 8 di dunia.

Saat itu Ellison merogoh kocek Us$ 200 juta untuk membuat Rising Sun. Saking mewahnya, yacht ini berisi jacuzzi, gym, spa, bioskop, lapangan basket hingga heli cap.

Selain berlayar, Ellison juga mampu menjadi pilot. Ia juga mengkoleksi pesawat dan yang menjadi favoritnya adalah jenis jet Italian Marchetti.

Untuk menyimpan barang koleksinya, Ellison memiliki rumah mewah yang terletak di Woodside, California yang harganya ditaksir mencapai US$ 110 juta, kemudian klub golf elit si Rancho Mirage seharga US$ 42,9 juta dan rumah di Carbon Beach, Malibu seharga US$ 65 juta.

Tak sampai di situ, Ellison juga memiliki pulau pribadi bernama Lanai. Pulau ini ia beli sebesar US$ 500 - US$ 600 juta. Untuk membeli pulau ini, Ellison harus bersaing dengan pendiri Microsoft Bill Gates yang juga menginginkan Lanai yang memang dijadikan Bill Gates untuk tempat pernikahannya dulu.

Lanai adalah salah satu pulau yang mudah dijangkau di Hawaii dengan luas 365 km persegi. Sekitar 3.200 kepala keluarga tinggal di pulau tersebut.


Pulau itu juga sudah menarik 26.000 wisatawan sejak Januari hingga April tahun ini. Pemilik Microsoft, Bill Gates pernah menyewa seluruh hotel di pulau itu untuk pernikahannya tahun 1994 lalu.

Harta, tahta dan wanita. Sudah membayangi Ellison, dengan harta dan popularitasnya ia menjadi magnet untuk para wanita. Ellison pernah berkencan dengan 3 orang pegawainya.

Ellison pernah empat kali menikah namun keempatnya kandas di tengah jalan. Mulai dari Adda Quinn (kurun waktu menikah pada tahun 1967-1974), Nancy Wheeler Jenkins (1977-1978), Barbara Boothe (1983-1986), dan terakhir dengan seorang novelis romantis Melanie Craft (2003-2010). (kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed