Andung Nitimihardja: Pasar Industri Telematika US$ 1,3 Miliar

Andung Nitimihardja: Pasar Industri Telematika US$ 1,3 Miliar

- detikFinance
Senin, 08 Agu 2005 14:09 WIB
Jakarta - Industri Telematika (Information and Communication Technology/ICT) menjadi industri yang menguntungkan dan salah satu prioritas yang dikembangkan pemerintah melalui kebijakan pembangunan industri nasional.Di Indonesia, pasar sektor ini tercatat US$ 1,3 miliar. Pertumbuhan tahun 2004 mencapai 9,8 persen dan 2005 ditargetkan 22,1 persen. Demikian dikatakan Menteri Perindustrian Andung A Nitimihardja saat membuka Pameran Gelar Potensi Industri Telematika Nasional di Departemen Perindustrian, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (8/8/2005).Disebutkan, dari pangsa pasar di Indonesia tersebut, diperkirakan sebesar US$ 0,5 miliar hingga US$ 0,75 miliar diserap oleh sektor perbankan. Sementara untuk ekspor telematika mencapai US$ 2 miliar per tahun dan pada tahun 2009 ditargetkan mencapai US$ 4-5 miliar.Industri telematika dunia saat ini sudah berkembang pesat dengan pertumbuhan 6,9 persen per tahun. Pada tahun 2004, pasar ICT dunia mencapai US$ 533 miliar, sedangkan pasar ICT Asia tercatat US$ 42 miliar dengan pertumbuhan 23 persen per tahun.Industri telematika terdiri atas industri perangkat, jaringan, software termasuk aplikasinya. Bagi negara berkembang, piranti lunak dan jasa pada umumnya memiliki peluang yang lebih besar, karena relatif tidak memerlukan investasi besar dalam riset dan peralatan pendukung produksi. Hal itu disebabkan karena piranti lunak lebih berbasis pada tenaga kerja berbasis ilmu pengetahuan.Andung menyatakan, ada empat langkah untuk mengembangkan industri telematika yaitu: pertama, pengembangan infrastruktur telematika dengan membangun kemampuan nasional untuk dapat memproduksi piranti lunak dan keras. Kedua, pengembangan sumber daya manusia. Ketiga, penciptaan regulasi yang kondusif. Keempat, pengembangan pasar domestik yang berpihak pada industri dalam negeri.Dijelaskannya, industri teknologi informasi skala kecil-menengah sulit menembus pasar global, karena kurangnya dukungan infrastruktur untuk menjangkaunya.Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri telematika nasional tahun 2004 tercatat 528 unit usaha. Jumlah tenaga kerja yang terserap 6.410 pegawai dengan nilai produksi US$ 2,7 miliar. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads