Sugiharto Bantah Pengangkatan Deputi BUMN Kompromi Parpol

Sugiharto Bantah Pengangkatan Deputi BUMN Kompromi Parpol

- detikFinance
Senin, 08 Agu 2005 18:47 WIB
Jakarta - Isu tak sedap sempat mewarnai pelantikan 3 Deputi Menteri Negara BUMN Sugiharto. Beredar kabar melalui short message service (SMS) yang menyebutkan pengangkatan deputi BUMN hasil kesepakatan Golkar, PKS dan Partai Demokrat dengan Meneg BUMN Sugiharto.Sugiharto pun membantah tegas. "Itu bohong, " tepis Sugiharto kepada wartawan di kantor Menteri Negara BUMN, Jalan Wahidin Jakarta Pusat, Senin (8/8/2005).Seperti diketahui, hari ini Meneg BUMN melantik enam orang pejabat eselon satu. Mereka yang dilantik antara lain Said Didu sebagai Sekretaris Menteri, Hari Susetyo Nugroho sebagai Deputi Bidang Logistik dan Pariwisata, Agus Pakpahan sebagai Deputi Agroindustri, Kehutanan dan Percetakan, dan tiga orang staf ahli yaitu Parikesit Suprapto, J. Purwono, dan Pandu Djajanto. Menjelang pelantikan, beredar SMS di kalangan wartawan. SMS tersebut bertuliskan, "Pelantikan sekjen dan deputi baru hasil kompromi dan tekanan kepada Meneg BUMN Sugiharto oleh 3 partai politik besar, PKS, Golkar dan Partai Demokrat. Golkar loloskan Said Didu sebagai sesmen, Agus Pakpahan titipan Partai Demokrat dan Mulyawan Deputi Keuangan titipan PKS. Tanggal 14 Juli malam Sugiharto bertemu dengan Suripto, Anis Matta, Fachry Hamzah, Lendo Nuvo di restoran Jepang, Kuningan, menuntut jatah kursi direksi dan deputi meneg BUMN....".Namun, jika dicermati, info SMS itu juga kurang akurat. Ternyata, nama Mulyawan tidak masuk dalam daftar pejabat baru yang dilantik itu.Sugiharto juga membantah dirinya melakukan pertemuan dengan Anis Matta dan kawan-kawan tanggal 14 Juli lalu. "Saya tidak pernah bertemu. Malahan saya sudah lama tidak bertemu dengan Anis Matta.Demi Allah saya tidak bertemu Anis Matta," jelas dia.Tentang pengangkatan deputi BUMN, menurut Sugiharto, dirinya secara ikhlas memilih para deputi dan staf ahli tersebut. "Jabatan ini amanah. Tidak ada tekanan sama sekali," katanya. (jon/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads