PLN Mau Berbagi Gas ke Industri Asalkan BBM-nya Disubsidi
Selasa, 09 Agu 2005 14:52 WIB
Jakarta -
PT PLN (persero) mengaku bersedia membagi gasnya untuk industri di Jawa Timur yang tengah sekarat karena kesulian pasokan gas. Namun PLN minta kompensasi berupa subsidi untuk BBM-nya.Hal tersebut disampaikan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi ESDM Yogo Pratomo di sela-sela workshop sosialisai penghematan energi nasional di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (9/8/2005)."Pembangkit PLN yang diminta beralih menggunakan dari gas ke BBM, konsekuensinya PLN minta BBM dengan harga bersubsidi. Ini harus dijadikan kebijakan pemerintah dan keputusan finalnya di Menteri Keuangan," ujar Yogo.Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja sebelumnya menyatakan, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan PLN agar bersedia mengalihkan sebagian gas untuk pembangkitnya kepada sejumlah industri di Jawa Timur, seperti keramik, yang tengah kekurangan pasokan gas. Mekanismenya adalah PLN menjual gas tersebut ke PGN untuk selanjutnya dialirkan ke industri.Yogo menambahkan, untuk menangani kelangkaan pasokan gas di Jawa Timur, sejumlah pejabat terkait seperti Menteri ESDM, Kepala BP Migas, Dirjen Migas, dan Dirjen Listrik akan menggelar rapat internal pada Selasa sore nanti."Kita fokus untuk industri di Jawa Timur karena kasusnya terjadi di sana. Kita akan melihat berapa suplai gas yang tersedia dan untuk pembangkit yang akan dialihkan khusus untuk pembangkit di Jawa Timur yang punya dua sistem bahan bakar, yakni gas dan BBM. Jadi tidak perlu tambahan biaya, tinggal dipindahkan," ujar Yogo. Dijelaskan, pembangkit yang akan dialihkan gasnya akan ditentukan oleh PLN. "Pada intinya, kalau PLN harus pindah ke BBM, pemerintah akan berusaha memberikan harga subsidi karena Pertamina sudah tidak sanggup," tegasnya. Mengenai kompensasi untuk PLN dari PGN, menurut Yogo, sangat mungkin terjadi. Namun untuk masalah ini harus dibicarakan secara korporat oleh kedua perusahaan milik negara ini.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































