"Jangan lah cari kerja ke luar negeri atau merasa cukup dengan hanya jadi pegawai, sebaliknya mari kita bangun dan kembangkan pertanian tanah air tercinta, sebagai negara agraris dan subur ini," kata Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).
Hal itu disampaikan Amran saat memberikan sambutan kepada wisudawan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor pada Rabu (29/8) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Amran berpesan agar para wisudawan bisa menjalankan usaha pertanian sendiri dengan memelihara ikan, bebek, atau lainnya sehingga bisa bekerja mandiri.
"Setelah lulus, coba mencari lahan satu hektar, di sana bisa tanam padi terbaik, pelihara ikan dan bebek terbaik sehingga menjadi percontohan bagi petani sekitar dan bisa dikembangkan. Jadilah mandiri, bekerja dan memanfaatkan ilmu yang sudah didapat," ungkap Amran.
Amran mengingatkan bahwa bidang pertanian sangat menjanjikan di masa depan. Kebutuhan akan produk-produk pertanian termasuk pangan akan terus bertambah di masa datang. Selain itu banyak konglomerat yang berjaya lahir dari bidang pertanian.
Tak hanya memberikan motivasi, Amran juga sempat berbagi penggalan kisahnya. Sejak kecil ia sudah dididik bekerja keras mulai menjual batu gunung, memelihara beberapa ekor sapi, menjadi pegawai di PTPN hingga menjadi pengusaha dan akhirnya menteri pertanian.
"Pahitnya kehidupan di masa itu menjadi tempaan untuk menjadi seorang yang kuat, optimis dan pantang menyerah. Hingga akhirnya menjadi Menteri," ungkap Amran yang juga mengatakan tak ingin generasi penerus pertanian hilang dan gengsi untuk turun ke sawah. (ega/hns)











































