Hemat Energi Harus Diikuti Pemberian Reward & Punishment

Hemat Energi Harus Diikuti Pemberian Reward & Punishment

- detikFinance
Selasa, 09 Agu 2005 18:07 WIB
Jakarta - Inpres hemat energi dinilai tidak efektif karena tidak ada pemberian reward and punishment. Kebijakan ini juga dinilai hanya sebagai sebuah bentuk kepanikan karena tidak ada follow up informasi ke masyarakat tentang bagaimana melakukan hemat energi. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alvin Lie di sela-sela workshop sosialisasi hemat energi di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa(9/8/2005)."Seharusnya ada reward and punishment. Kalau tidak, maka setelah Inpres ini, bila masih ada yang melakukan pemborosan dan tidak adanya sanksi, ya tetap boros," kata Alvin.Ditambahkannya, pemberian penghargaan alias reward akan menjadi semacam motivasi. Penghargaan itu bisa diberikan kepada perusahaan yang dapat berhemat namun tidak mengurangi taraf pelayanan.Soal keputusan PLN menaikkan tarif pada waktu beban puncak, Alvin meminta PLN untuk berhati-hati, karena bisa menimbulkan dampak berganda alias multiplier effect yang membahayakan perekonomian negara. "Ini menjadi pertanyaan PLN menaikkan tarif, apakah karena PLN tidak mampu memasok pada waktu beban puncak, atau menaikkan income? Dan apakah sebelumnya PLN telah melakukan kajian ilmiah menaikkan tarif dapat menurunkan konsumsi, sebab industri setahu saya sudah dalam posisi kritis, apa pun yang bisa dihemat, industri sudah melakukannya," tambah Alvin.Alvin menilai, kenaikan listrik untuk industri pada waktu beban puncak tidak masuk akal, karena tidak mungkin industri berhenti berproduksi pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Menurutnya, biaya produksi industri akan semakin mahal saat mesin dimatikan dan kemudian dihidupkan kembali."Ini hanya akan menambah beban industri, yang jadi korban buruh, industri itu sendiri, lalu perekonomian terganggu dengan tingginya impor yang lebih murah," kata politisi dari PAN ini.Ia mengimbau kepada pemerintah, jika ingin serius menghemat energi terpadu, sebaiknya tidak hanya pada beban puncak, namun mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih hemat energi. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads