Harga Minyak Terus Naik
Selasa, 09 Agu 2005 18:45 WIB
Jakarta - Setelah sempat turun di level US$ 63,94 per barel, harga minyak hingga kini terus melonjak hingga ke level US$ 64,27 per barelnya. Harga minyak terus melonjak secara signifikan dalam hitungan jam. Kartel minyak di Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) berencana menambah kuota minyaknya sebesar 300 ribu barel per hari sehingga menjadi 30,4 juta barel per hari total produksinya.Di pasar New York, harga minyak jenis light sweet crude untuk kontrak bulan September naik sebesar 17 sen. Padahal pada perdagangan beberapa menit lalu, harganya telah mencapai US$ 64,11 per barel.Sementara di pasar London, harga minyak untuk jenis brent north sea untuk kontrak September naik harganya sebesar 10 sen. Harga minyak beberapa saat sebelumnya sudah naik sebesar US$ 62,80 menjadi US$ 63,06 barel per hari.Harga minyak yang terus melonjak karena naiknya permintaan minyak oleh Amerika Serikat. Permintaan itu terus melonjak setelah ada ancaman serangan teroris terhadap ladang minyak di kawasan Timur Tengah, terutama Arab Saudi. "Isu ini begitu sensitif sehingga pasar bereaksi keras," kata Tony Nunan, manajer risiko energi Mitsubishi Corp di Tokyo seperti dikutip dari kantor berita AFP, Selasa (9/8/2005).Presiden OPEC Sheik Ahmed Fahd Al Ahmed Al Sabah, seperti dikutip dari kantor berita Kuwait, memahami terjadinya lonjakan harga minyak itu. Itu sebabnya kartel di OPEC yang beranggotakan negara pengekspor minyak dalam jumlah besar berencana akan menaikkan produksinya.
(mar/)











































