Menteri Perindustrian Minta Industri Peduli Lingkungan

Menteri Perindustrian Minta Industri Peduli Lingkungan

- detikFinance
Selasa, 09 Agu 2005 19:40 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian meminta sektor industri agar peduli terhadap lingkungan. Permintaan itu menyusul masuknya 14 perusahaan manufaktur yang masuk kategori hitam versi Kementerian Lingkungan Hidup."Industri harus berkembang namun ketentuan lingkungan mereka harus ikuti, bukan berarti usaha tumbuh besar tapi masalah lingkungan terabaikan," kata Menteri Perindustrian Andung A Nitimihardja usai pelantikan pejabat eselon II di Departemen Perindustrian Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/8/2005).Departemen Perindustrian dalam waktu ke depan akan menggiring sektor industri untuk mengelola limbah secara bersama-sama. Jika setiap perusahaan mengelola sendiri mesin pengolahan limbahnya maka biaya yang dikeluarkan cukup besar. "Saya usahakan industri maju tapi tidak berdampak pada lingkungan," kata Andung.Sebelumnya Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar mengumumkan sebanyak 72 dari 466 perusahaan manufaktur masuk kategori hitam berdasarkan program penilaian peringkat kinerja perusahaan (proper). Sebanyak 14 dari 72 perusahaan itu akan diproses hukum bila tidak memiliki itikad baik untuk memperbaiki upaya pengelolaan lingkungan hidupnya karena dua periode masuk kategori hitam.Keempat belas perusahaan tersebut adalah PT Torganda (Riau), PT Perdana Inti Sawit (Riau), PT Aspex Kumbong (Jabar), PT Indonesia Ashahi Kasei (Jabar), PT Papertech Indonesia (Jabar), PT Naintex (Jabar), PT Kertas Bekasi Teguh (Jabar), PT Inti General Yaja Steel (Jabar), PT Batamtex (Jateng), PT Damatex (Jateng), PT Kertas Blabag (Jateng), PT Surabaya Mekabox (Jatim), PT Jatim Taman Steel MFG (Jatim) dan PT Hanil Jaya Metal (Jatim). (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads