Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 01 Sep 2018 13:16 WIB

Sinergi RI-Namibia Majukan Sektor Pertanian hingga Peternakan

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: kementan Foto: kementan
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas Presiden Namibia kembali ke negaranya usai mengunjungi Indonesia dalam rangka peningkatan kerja sama dalam hal infrastruktur hingga pertanian. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama semenjak Presiden Namibia Hage Gottfried terpilih di tahun 2015.

Amran mengungkapkan bahwa Presiden Namibia sangat mengapresiasi Indonesia yang telah mampu meningkatkan sektor pertanian. Oleh karenanya, mereka tertarik untuk juga memajukan pertanian di negaranya.

"Jadi dia (Presiden Namibia) mengapresiasi kita, karena kita bisa memberi makan kepada penduduk Indonesia yang jumlahnya 260 juta dengan produksi sendiri, meski ada impor 2% hingga 3%, khususnya beras, itu dianggap luar biasa. Mereka (Republlik Namibia) penduduknya 2 juta lebih, tapi masih impor dari negara lain," ujar Amran usai melepas kepergian Presiden Namibia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (1/9/2018).


Dia mengatakan Indonesia akan membangun kerja sama dengan Namibia yang merupakan pangsa ekspor yang potensial ke depannya. Dengan mengubah lahan kering di Namibia menjadi lahan produktif, yang telah ditunjukkan oleh Indonesia yang juga memiliki lahan kering sekitar 50%, namun bisa diatasi dengan berbagai program.

"Nah ke depannya kita akan membangun kerja sama, khususnya pertanian, yaitu bagaimana mengubah lahan kering menjadi produktif. Bagaimana mengangkat planting indeks (indeks tanam/tahun), dari 1 kali menjadi 2 kali, dari 2 kali menjadi 3 kali, sama dengan di Indonesia. Mereka bertanya apakah di Indonesia ada, saya katakan 50% lahan kering ada di Indonesia," ujar Amran.

Program Rain water harvesting technology adalah salah satunya, dengan memanfaatkan air hujan Kementan membangun embung, sumur dangkal dan sumur dalam, small dam, large dam. Program tersebut membuat pihak Namibia tertarik akan hal itu, sehingga Indonesia akan mencoba membantu mereka dalam pengembangannya.

"Nah mereka tertarik akan hal itu. Kemudian mekanisasi bibit, benih yang berkualitas. Mereka produksi untuk jagung sekitar 3 sampai 4 ton, sementara kita ini sudah 10 ton. Nah ini nanti, untuk bibit unggul, kita akan bantu mereka sekaligus mengedukasi dari sistem irigasi. Kita sudah ada MoU pada 2011 lalu, dan sudah pernah ada kunjungan ahli teknisi kita ke sana (Namibia). Insyaallah sinergi ini kita bangun dan perkuat," papar Amran.


Hasil dari kunjungan Presiden Namibia untuk sektor pertanian adalah fokus untuk mengembangkan gandum dan jagung. Sementara itu, pihak Indonesia juga akan melakukan kerja sama dengan mempelajari kualitas daging sapi di Namibia. Hal itu merupakan langkah dalam rangka mengembangkan sektor peternakan di Indonesia.

"Kemarin, mereka fokusnya pada gandum, dengan jagung. Tapi nanti kita juga akan diskusi lagi, untuk kualitas daging sapinya bagus juga di sana, nanti kita pelajari, karena kita juga sedang genjot di bidang peternakan," pungkasnya. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com