Pemerintah Amankan Defisit APBN

Harga Minyak Melejit

Pemerintah Amankan Defisit APBN

- detikFinance
Rabu, 10 Agu 2005 11:39 WIB
Jakarta - Meski harga minyak melejit hingga level US$ 64 per barel, pemerintah akan berupaya menekan defisit hingga 1 persen PDB atau sekitar Rp 26 triliun pada tahun 2005. Sementara pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak terganggu yakni tetap di level 6 persen. "Yang penting sekarang mengamankan APBN, mengamankan defisit dan kekurangan financing (pembiayaan)," kata Menkeu Jusuf Anwar di sela-sela pemberian penghargaan annual report award di Gedung Danapala, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/8/2005).Jusuf mengaku, kenaikan harga minyak merupakan faktor di luar kontrol pemerintah, sehingga pemerintah tidak bisa berbuat banyak. "Negara super power saja tidak bisa apa-apa kok selain berdoa supaya harga minyak turun," ucap Jusuf. Untuk mengamankan defisit, pemerintah akan terus menggejot penerimaan dari pajak, bea masuk, setoran PPA dan juga privatisasi. Selain itu pemerintah juga berupaya mengurangi pengeluaran. "Sekarang pengeluaran lebih besar dari penerimaan. Artinya akan terjadi defisit. Defisit ini harus dibiayai," ujarnya.Ia mengakui, pengeluaran pemerintah saat ini masih banyak pengeluaran karena banyak terjadi bencana yang tidak bisa dihindarkan dan juga untuk pembangunan kembali Aceh. Jusuf juga optimistis defisit masih bisa dikendalikan dengan berbagai upaya fiskal yang ketat. "Untuk tahun 2005 forward market sampai Desember masih di bawah US$ 60. Dengan angka-angka itu kita masih bisa atasi dengan berbagai upaya fiskal yang lebih ketat," katanya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads