Harga BBM Naik Lagi Tahun Ini

Wapres Jusuf Kalla:

Harga BBM Naik Lagi Tahun Ini

- detikFinance
Rabu, 10 Agu 2005 13:26 WIB
Jakarta - Pemerintah akhirnya menyerah dan kemungkinan menaikkan kembali harga BBM pada akhir tahun ini setelah Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelesaikan pendataan terhadap keluarga miskin.Hal tersebut disampaikan Wapres Jusuf Kalla di sela-sela acara pemberian penghargaan annual report award di Gedung Danapala, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/8/2005)."Saya kira itu (kenaikan harga BBM) tidak bisa menunggu lebih lama dari bulan Januari (2006), karena APBN kita akan mengalami kesulitan yang sangat," tegas Kalla.Saat dikonfirmasi apakah hal itu berarti harga BBM naik sebelum Januari 2006, Kalla mengatakan, "Bisa, bisa, bisa. Sangat bisa, karena kira-kira bulan September selesai semua pendataan nasional."Mengenai persentase kenaikan harga BBM, Kalla mengatakan hal itu akan ditetapkan setelah melihat perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan berapa subsidi yang akan ditetapkan pemerintah dan DPR. "Gabungan ketiga itu baru ditetapkan berapa persen kenaikan harga," tambah Kalla.Soal subsidi langsung, Kalla mengatakan, saat ini pemerintah melalui pemda, BPS dan BKKBN sedang mendata berapa jumlah keluarga miskin yang akan menerima subsidi langsung. "Diharapkan bisa selesai September. Setelah itu baru bisa dilaksanakan subsidi langsungnya," katanya.Kalla juga mengakui, lonjakan harga minyak dunia hingga level US$ 64 per barel sangat berat ditanggung APBN. Namun dalam jangka pendek dan menengah, Kalla mengaku pemerintah masih sanggup memenuhi kewajiban-kewajibannya karena adanya kenaikan harga BBM pada 1 Maret lalu. Kenaikan harga BBM tersebut membuat penerimaan negara lebih baik."Sekarang kita sedang menghitung efek-efeknya secara keseluruhan dan langkah yang harus diambil dalam waktu singkat dan menengah untuk mengatasi hal itu," ujarnya.Rencananya pemerintah akan kembali melakukan pembahasan dengan DPR untuk membuat asumsi yang baru, baik dalam APBN-P tahap kedua maupun APBN 2006 mendatang. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads