Saat didatangi detikFinance, Senin (3/8/2018), gerai tersebut masih buka normal dan melayani pembeli yang datang.
"Hari ini masih buka," kata penjaga kasir OK Oce Mart Kalibata yang enggan disebutkan namanya kepada detikFinance di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana sebenarnya kondisi ritel modern dengan brand OK Oce ini? apakah memang tidak bisa bertahan?
Gerai Tutup Karena Mau Direlokasi
|
Foto: Lamhot Aritonang
|
Penjaga kasir yang tidak mau disebutkan namanya itu, mengklarifikasi bahwa sang pemilik OK Oce Mart Kalibata sebenarnya ingin merelokasi gerai, alias memindahkan lokasi.
"Nggak nutup cuma mau dipindah. Belum jelas (pindah ke mana). Dia (pemilik Gerai OK Oce Mart Kalibata) sudah dapat tempat cuma aku belum dikasih tahu," katanya saat berbincang dengan detikFinance di lokasi, Senin (3/9/2018).
Yang dia tahu, alasan akan direlokasinya gerai tersebut karena ingin mencari lokasi yang lebih strategis. Sementara di tempat yang sekarang posisinya menjorok ke dalam sehingga tidak mudah terlihat dari jalan raya.
"Banyak yang bilang kalau tempatnya (yang sekarang) nggak strategis. (Mau) nyari tempat yang kelihatan jalan. Kalau ini katanya nyempil," sebutnya.
Hanya saja, dia belum mengetahui kapan gerai tersebut akan dipindah, dan ke mana dipindahnya.
Gerai OK Oce Mau Ditambah
|
Foto: Pradita Utama
|
Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya menjelaskan ritel modern dengan brand OK Oce akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Untuk sampai akhir tahun targetnya bertambah 9 gerai.
"Gerai ada rencana lagi mau buka 9, yang di lahan Dinas KPKP (Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian). Jadi akan lebih banyak lagi. Itu 9 sampai akhir tahun," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Senin (3/9/2018).
Hanya saja lokasinya belum bisa disampaikan di mana saja. Kata dia lokasinya sedang disiapkan oleh Dinas KPKP. Nantinya 9 gerai itu akan didirikan di lahan milik Dinas KPKP.
"Dinas KPKP lagi menyiapkan 9 lokasinya di propertinya mereka. (Lokasinya) belum tahu," sebutnya.
Sementara itu, dia menyampaikan saat ini ritel modern OK Oce yang terdiri dari Gerai OK Oce, OK Oce Mart dan lainnya secara total sudah ada 14. Artinya dengan ditambah 9 totalnya menjadi 23.
Berapa Sih Omzetnya?
|
Foto: Lamhot Aritonang
|
"Omzet per bulan yang saya terima datanya itu Rp 1-3 juta sehari. Kalau Kalibata saya nggak tahu. Rp 1-3 juta itu rata rata Gerai OK Oce," paparnya.
Omzet tertinggi rata-rata OK Oce, baik OK Oce Mart maupun Gerai OK Oce adalah Rp 3 juta. Jadi ada beberapa jenis OK Oce. Gerai OK Oce berada di bawah naungan PGO dan Pemprov DKI Jakarta, sementara OK Oce Mart dikelola oleh orang-orang yang dulunya relawan Anies-Sandi.
Dia pun mencontohkan, dari informasi yang diterima, omzet tertinggi Rp 3 juta misalnya di Gerai OK Oce Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Rp 3 juta itu, itu di Cikajang setahu saya Rp 3 juta per hari," sebutnya.
Sementara omzet terendah dari rata-rata OK Oce adalah Rp 1 juta. Namun angka tersebut diambil dari rata-rata seluruh gerai yang ada. Dia pun memperkirakan untuk yang di Kalibata beromzet Rp 1 juta per hari.
Barang di Ritel OK Oce Lebih Murah?
|
Foto: Trio Hamdani
|
"Kalau harganya OK Oce kompetitif ya, karena kan suppliernya di PD Pasar Jaya, dia punya grosir," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Senin (3/9/2018).
Dihubungi terpisah, Manager Pemasaran PD Pasar Jaya, Gatra Vaganza menyampaikan untuk masalah kompetitif harga, di gerai OK Oce yang menyuplai barang dari pihaknya bisa lebih murah 5-7% dibanding ritel lain.
"Kalau misalnya kita mau bandingkan, sebenernya kalau mau harus apple to apple. Tapi secara general di angka 5-7%," kata dia kepada detikFinance.
"Kalau ambil sampling, (harga yang lebih murah) di sisi kita produk komoditi utama, contoh beras, minyak goreng, sama tepung. Itu lebih kita perhatikan banget lebih kompetitif di situ. Gula juga salah satunya," sebutnya.
Sebagai contoh, yang sudah menyuplai barang dari PD Pasar Jaya adalah Gerai OK Oce di kawasan Pancoran.
Halaman 2 dari 5











































