Wapres Minta Pengusaha Tidak Mengeluh dalam Masa Sulit

Wapres Minta Pengusaha Tidak Mengeluh dalam Masa Sulit

- detikFinance
Rabu, 10 Agu 2005 16:18 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla meminta kalangan pengusaha tidak banyak mengeluh dalam mengatasi masa sulit saat ini. Pemerintah minta pengusaha terus bekerjasama dengan pemerintah."Pemerintah yang seharusnya mengeluh. Tidak tepat kalau pengusaha itu mengeluh. Pemerintah yang paling menangis karena utang-utang dan kerugian negara harus dibayar pemerintah," kata Kalla.Ia menyampaikan hal tersebut di sela-sela pemberian penghargaan annual report award di Gedung Danapala, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/8/2005).Kalla juga mendesak para pengusaha bersedia membayar pajak agar pemerintah bisa membayar utangnya yang cukup besar. "Jadi bayarlah pajak agar segala utang yang sekarang sampai ke lehernya Pak Anwar (Menkeu Jusuf Anwar) dapat terbayarkan. Mari kita kembangkan perusahaan dan bayar pajak," kata Kalla yang disambut gelak tawa hadirin.Annual Report AwardPada kesempatan itu, PT Medco Energi Internasional Tbk meraih juara umum Annual Report Award (ARA) 2004. Atas terpilihnya Medco itu, Kalla mengatakan bahwa yang seharusnya menerima penghargaan adalah direktur Medco yang lama karena mereka yang menyusun laporan keuangan tahun 2004.Seperti diketahui, Meneg BUMN Sugiharto merupakan direktur keuangan Medco saat laporan keuangan itu disusun. "Medco sekarang nomor satu bukan hanya karena manajemennya yang baik, tapi karena tingginya harga minyak. Kalau harga minyak hanya US$ 10 per barel, habis juga annual report-nya," kata Kalla. Dalam sambutannya, Kalla juga minta setiap perusahaan membuat laporan keuangan yang lebih transparan demi terlaksananya penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Pemenang ARA 2004 lain adalah untuk kategori BUMN non-keuangan tercatat diraih PT Aneka Tambang, PT Adhi Karya Tbk dan PT Indosat Tbk. Kategori BUMN non-keuangan non listed diraih PTPN XIII, Hutama Karya dan PTPN IV. Kategori perusahaan swasta non-keuangan yang tercatat adalah PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Astra International Tbk dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. Kategori BUMN keuangan yang tercatat adalah BRI, BNI, Bank Mandiri. Kategori bank swasta tercatat adalah Bank Niaga, Bank Bumiputera dan BCA. Kategori BUMN keuangan tidak tercatat adalah Asuransi Jasa Indonesia dan Asuransi Ekspor Indonesia. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads