Citilink Pakai Jurus Ini Siasati Imbas Penguatas Dolar AS

Citilink Pakai Jurus Ini Siasati Imbas Penguatas Dolar AS

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Jumat, 07 Sep 2018 17:00 WIB
Citilink Pakai Jurus Ini Siasati Imbas Penguatas Dolar AS
Foto: (Shinta Angriyana/detikTravel)
Jakarta - Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mempengaruhi operasional maskapai, salah satunya PT Citilink Indonesia. Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menjelaskan untuk membeli avtur dan biaya sewa pesawat dihitung dalam dolar AS.

Dari seluruh biaya operasional, biaya sewa pesawat memiliki andil sebesar 35%, sedangkan avtur mencapai 43%.

"Pasti (berpengaruh) karena kan ada biaya-biaya yang mesti dibayar pakai dolar AS. Jadi yang bayar dengan dolar itu sewa pesawat itu menyumbang 30-35% dari total biaya. Kalau fuel sekitar 40-43%," jelas dia di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Juliandra Citilink mengambil beberapa langkah mengatasi dampak depresiasi rupiah, salah satunya meningkatkan utilisasi atau jam terbang maskapai dari sebelumnya 10 jam per hari menjadi 11 jam per hari.


Selain itu, Citilink juga akan menambah jam terbang menuju daerah yang memiliki frekuensi besar. Dengan begitu peningkatan utilisasi bisa menekan biaya produksi.

"Jadi kita menaikkan utilisasi itu juga salah satu upaya kita jadi dengan menaikkan utilisasi pesawat. Utilisasinya tinggi maka cost-nya akan turun," jelas dia di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

"Kita sudah di angka 10 jam per hari dan kita akan menuju ke 11 jam. Dengan menambah frekuensi ke kota-kota terutama yang profit buat kita kita naikkan utilisasinya," papar dia. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads