Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 09 Sep 2018 14:03 WIB

Bisnis & Komunitas

Peran Penting 'Kucing Air' Bagi Kolektor Kaus Band

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Kaus Band (dok. Utek) Foto: Kaus Band (dok. Utek)
Jakarta - Hampir setiap hari Afrian Zulkifli memantau situs jual beli global, eBay. Ini merupakan kegiatan yang dia sebut 'berburu' kaus band.

Matanya tak pernah lelah untuk mencari kaus-kaus langka dari band-band britpot dan grunge yang menjadi musik kegemarannya sejak dulu. Tak peduli harga, jika dia menemukan kaus incarannya berapapun harganya akan dia sanggupi.

Sudah sekitar 4 tahun Afrian menjadi kolektor kaus band. Ada sekitar 120 kaus band yang memenuhi lemarinya. Sebagian besar merupakan kaus bekas, namun memiliki nilai tinggi tergantung tingkat kelangkaannya.

"Sebenarnya sudah dari SMA mulai koleksi kaus. Tapi baru benar-benar serius pas sudah kerja, sudah punya kartu kredit," tuturnya kepada detikFinance.



Bukan hanya eBay tempat dia berburu kaus band. Terkadang dia juga memantau media sosial seperti instagram dari akun-akun kolektor lainnya. Mereka memang sering pamer koleksinya, jika ada yang tertarik tawar menawar pun terjadi.

Meski sering kali hanya berniat untuk pamer, namun jika ada yang menawar dengan harga tinggi, kaus band itu bisa berpindah tangan. Tak ada harga pasaran pasti, harga ditentukan berdasarkan kesepakatan saja.


Peran Penting 'Kucing Air' Bagi Kolektor Kaus BandFoto: Kaus Band (dok. Utek)

Utek, kolektor kaus band lainnya memilih eBay sebagai menjadi tempat andalan bagi kolektor kaus band di Indonesia untuk menjual kausnya, khususnya untuk kaus yang bernilai tinggi lantaran langka. Dia sendiri pernah menjual kaus hingga mencapai Rp 13 juta lebih.

"Karena kalau di Indonesia banyak yang enggak paham, mereka pikir kaus bekas udah belel gini masa harganya mahal banget," ujarnya.

Sementara untuk urusan berburu, Utek lebih ekstrim lagi. Dia sering ke luar negeri seperti Thailand atau Malaysia hanya untuk membeli kaus band incarannya. Bagi banyak orang berpikir itu hal yang aneh, rela melancong ke negara tetangga hanya untuk membeli kaus bekas.

"Pernah saya mau beli kaus dari penjual di Malaysia. Dia enggak mau kirim, karena dia pikir orang Indonesia nakal-nakal," tuturnya.


Peran Penting 'Kucing Air' Bagi Kolektor Kaus BandFoto: Kaus Band (dok. Andi Tri Susilo)

Tak hanya melalui dunia maya, mereka para kolektor kaus band juga terkadang berburu ke pasar-pasar tradisional loakan yang menjual pakaian bekas impor. Jika di Jakarta ada Pasar Senen, di kota-kota lain juga ada pasar semacam ini.



Utek mengaku dari 300 kaus band koleksinya, 80% berasal dari pasar tradisional loakan. Sebab para penjual kaus bekas loakan di pasar tradisional tidak tahu tentang nilai dari kaus band ini. Rata-rata mereka mematok harga Rp 300 ribuan, padahal bisa saja nilai kaus itu mencapai hingga belasan juta rupiah.

Kini mereka juga tak perlu panas-panasan ke pasar untuk mencari kaus band dari tumpukan pakaian bekas yang menggunung. Ada semacam agen yang suka mengumpulkan kaus-kaus band bekas dari pasar tradisional kemudian ditawarkan kepada para kolektor. Kepanjang tangan dari para kolektor itu mereka sebut sebagai 'kucing air'.

"Saya juga enggak tahu kenapa mereka dipanggil Kucing Air. Tapi kami sering sebut mereka itu kucing air," kata Andi Tri Susilo.

Andi yang sudah menjadi kolektor kaus band sejak 1998 itu mengaku sering mendapatkan tawaran dari para kucing air. Dia hanya mensyaratkan untuk memfoto kaus secara keseluruhan, lalu bagian kerahnya serta tag kaus untuk memastikan keasliannya.

Pernah satu ketika, dia membeli kaus Morrisey album The Best of Morrissey (2001) dari kucing air seharga Rp 400 ribu. Si kucing air ternyata tidak tahu bahwa kaus itu cukup banyak yang memburunya.

"Saya pernah lihat si penyanyinya pakai kaus ini. Saya iseng foto terus saya pajang di instagram dengan foto si penyanyinya. Ternyata ada yang nawar sampai Rp 4,5 juta," ucapnya.



Peran Penting 'Kucing Air' Bagi Kolektor Kaus BandFoto: Kaus Band (dok. Istimewa instagram @ash.soundworld)

Ternyata si pembeli itu adalah Rian vocalis The Massive. Saat melihat positingan itu, Rian langsung membuka harga di angka Rp 4,5 juta. Tanpa pikir panjang Andi merelakan kaus itu. (das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com