Follow detikFinance
Minggu, 09 Sep 2018 21:07 WIB

'Orang Warteg' Bantah Tempe Setipis ATM Seperti Kata Sandi

Achmad Dwiafriyadi - detikFinance
Foto: Achmad Dwiafriyadi Foto: Achmad Dwiafriyadi
Jakarta - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menyebut harga sejumlah bahan pokok terus meningkat. Salah satunya ialah tempe. Dia menyebut, karena harganya tinggi ukuran tempe saat menipis seperti kartu ATM.

Berdasarkan pantauan detikFinance di salah warung Tegal (warteg) di kawasan Percetakan Negara, Salemba, Jakarta, tempe goreng yang dijual tak setipis kartu ATM. Tempe yang dijual untuk konsumen masih cukup tebal sekitar 1,5 cm dengan pajang sekitar 10 cm dan lebar 5 cm.

Lantas, apakah tebalnya berkurang dari sebelumnya? Pemilik warteg menerangkan, tempe yang dijual tak mengalami perubahan ukuran.

"Kalau tebalnya tetap," kata dia di sela-sela kesibukannya, Jakarta, Minggu (9/9/2018).



Meski begitu, dia mengaku, tempe yang dibelinya di pasar kini berukuran lebih pendek. Jika biasanya membeli tempe dengan ukuran panjang sekitar 30 cm yang bisa dibagi 17 potong. Tanpa merincinya, kini potongannya berkurang menjadi 15 potong.

"Sekarang 17 jadi 15 biji tambah pendek," ujarnya.

Dia mengatakan, tempe itu ia beli dipasar dengan harga Rp 10 ribu. Harga itu, kata dia, tidak mengalami perubahan.


Lalu, kepada konsumen, tempe yang sudah digoreng ia jual dengan harga Rp 1.000 tiap potongnya. Harga tempe yang dijual ke konsumen juga tak mengalami perubahan.

"Harga biasa Rp 10 ribu cuma dikecilin harganya nggak naik, cuma dikecilin. Yang naik kedelainya," ungkapnya.



Saksikan juga video 'Siasat Pengrajin Tempe Lamongan Hadapi Kenaikan Harga Kedelai':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed