Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Sep 2018 15:19 WIB

Jack Ma Pensiun, Bocah Miskin yang Jadi Raja e-Commerce

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Jack Ma resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai Chairman of the Board dari Grup Alibaba. Setelah membangun perusahaan e-commerce terbesar di Asia itu sejak tahun 1999, Jack Ma memutuskan mundur dari Alibaba dan menunjuk Daniel Zhang menggantikan posisinya pada tahun depan.

Siapa yang tak kenal Jack Ma? Pria yang lahir di Hangzhou, 53 tahun silam tersebut dikenal dunia sebagai warga China daratan pertama yang muncul di majalah biliuner dunia, Forbes. Kisah Jack Ma merintis karirnya hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia merupakan salah satu inspirasi dalam berjuang terbaik sepanjang sejarah.

Jauh sebelum mempunyai harta dengan nilai US$ 36,6 miliar atau Rp 530 triliun (kurs Rp 14.500), Jack Ma merupakan pemuda biasa yang dilahirkan dari keluarga ekonomi lemah. Orangtuanya adalah pemusik dan pendongeng tradisional, sementara ayahnya hanya mendapatkan tunjangan pensiunan bulanan sebesar sekitar Rp 500.000 untuk menghidupi keluarganya.


Kesuksesan Jack Ma berawal dari kemahirannya dalam berbahasa Inggris. Hal itu diraihnya lewat pengalaman selama delapan tahun menjadi pemandu wisata di sebuah hotel di kampung halamannya.

Setelah menginjak usia 20 tahun, Jack Ma kemudian melanjutkan sekolahnya ke Universitas Keguruan Hangzhou dan meraih gelar sarjana di bidang bahasa Inggris. Jack Ma kemudian menjadi seorang guru di universitas dengan gaji hanya sekitar Rp 140.000-an setiap bulan.

Setelah itu, Jack Ma yang sudah berusia kepala tiga akhirnya mengenal yang namanya komputer dan internet. Hal itu didapatnya setelah merantau ke Amerika Serikat, meninggalkan karirnya sebagai dosen.

Pada usia yang cukup tua, Jack Ma yang tadinya gagap teknologi (gaptek) akhirnya berhasil belajar lewat lingkungan sekitarnya. Setelah sekitar lima tahun mempelajari komputer, internet dan seluk beluknya, Jack Ma kemudian kembali ke China dan mendirikan perusahaan rintisan yang pada awalnya dipandang aneh oleh orang-orang sekitarnya.

Meski baru mengenal yang namanya komputer dan internet, namun Jack Ma berhasil mengalahkan ketakutannya untuk belajar hal baru. Begitulah awalnya Alibaba dibentuk hingga akhirnya menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia. Jack Ma pun terus mengembangkan sayap bisnisnya ke negara-negara di Eropa hingga Asia.


Kini gurita bisnis Alibaba telah menjalar ke mana-mana. Raksasa toko online asal China itu juga bahkan mengakuisisi saham perusahaan e-commerce asal Turki, Trendyol. Akuisisi saham oleh perusahaan e-commerce milik Jack Ma ini merupakan bagian rencana ekspansi global Alibaba Group.

Tak hanya itu, Jack Ma juga membangun jaringan bisnis di Indonesia. Lewat Alibaba, Jack Ma melakukan investasi senilai US$ 1,1 miliar ke Tokopedia, salah satu situs marketplace terbesar di Indonesia. Hal itu pun menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia.

Investasi yang dilakukan itu pun untuk memperkuat ekspansinya di kawasan Asia Tenggara. Jack Ma pun kemudian lewat Alibaba menambah investasi US$ 2 miliar ke Lazada per Maret 2018.

Sebelum masuk ke e-commerce dalam negeri, Alibaba pun sudah masuk ke Indonesia melalui unit bisnis yang menaungi UCWeb dan anak-anaknya seperti UCNews dan UCBrowser.

Saat ini, perusahaan e-commerce tersebut baru saja memiliki kapitalisasi pasar US$ 500 miliar atau setara dengan Rp 6.655 triliun.

Raihan tersebut membuat perusahaan yang dipimpin oleh Jack Ma ini bergabung dengan perusahaan yang sudah ada di klub Rp 6.655 triliun, yakni seperti Tencent, Apple, Alphabet (induk dari Google), Microsoft, Amazon, dan Facebook.

Kini Jack Ma akhirnya memutuskan kembali ke dunia awalnya sebagai guru, seperti yang dijanjikannya saat awal-awal Alibaba berdiri.

"Saya berencana untuk terus menjalankan peran saya sebagai pendiri dari Alibaba Partnership dan terus berkontribusi dalam kerja sama ini. Saya juga ingin kembali ke dunia pendidikan, dunia yang selalu memberikan saya kebahagiaan karena saya mencintai apa yang saya lakukan," kata Jack Ma.



Saksikan juga video 'Sosok Daniel Zhang di Mata Jack Ma':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed