Pemerintah Yakin Dapat Atasi Kesulitan Budget
Kamis, 11 Agu 2005 22:54 WIB
Jakarta - Pemerintah optimistis dapat mengatasi masalah keuangan negara sehubungan dengan melonjaknya harga minyak mentah dunia yang telah menembus nilai US$ 60 per barrel."Memang perkembangan ini menyebabkan kesulitan budget. Tapi kita yakin dapat mencari solusinya. Tidak ada yang tidak mungkin," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Pernyataan ini disampaikan Presiden SBY saat membuka Sidang Umum ke-13 Federasi Insinyur Asia Pasifik (FSIAP) di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta, Kamis (11/8/2005).Menurut Presiden, bukan hanya Indonesia yang harus menghadapi kesulitan pengaturan keuangan akibat terus melonjaknya harga minyak dunia. Masalah ini juga dialami negara-negara lain di dunia, ternasuk negara maju.Pada gilirannya kenaikan harga minyak dunia akan sangat mempengaruhi kinerja sektor ekonomi negara. Sebab mau tidak mau Pemerintah harus menambah anggaran subsidi BBM. Artinya ada beberapa pos pembiayaan lainnya yang harus dikurangi alokasi dananya.Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah berencana menaikkan lagi harga jual BBM di pasaran. Untuk jenis Pertamax akan naik pada September tahun ini, dan Premium pada Januari tahun depan. Harga keduanya telah dinaikkan per 1 Maret 2005.
(gtp/)











































