Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Sep 2018 21:17 WIB

Harga Cabai Turun ke Rp 30.000/Kg, Petani Mau Harga Kembali Normal

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Harga cabai rawit merah mengalami penurunan menjadi Rp 30.000 per kilogram (kg). Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) pun menginginkan harga kembali normal.

Menurut Ketua AACI, Dadi Sudiana penurunan harga cabai tersebut menyebabkan kerugian bagi petani. Sebab, biaya produksi jauh lebih besar dibandingkan harga jual cabai per kilogram (kg).

Dadi pun berharap agar pola tanam cabai lebih diperhatikan lagi sehingga kondisi tersebut tidak akan terulang kembali. Dengan begitu, harga cabai bisa kembali normal.

"Ya pola tanam, produksi harus dipola. Kalau begitu terus kan nanti ada yang jatuh atau malah tinggi. Kita sendiri nggak menginginkan tinggi sekali atau rendah," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (11/9/2018).


"Kita maunya di tingkat petani paling rendah Rp 10.000 per kg dan tingginya itu Rp 20.000 per kg," sambungnya.

Lebih lanjut, ia juga menilai kondisi jatuhnya harga cabai bisa berpotensi menyebabkan kelangkaan pasokan di akhir tahun. Pasalnya saat ini petani lebih memilih menanam komoditas yang dianggap menguntungkan.

"Sekarang petani jadi malas tanam kan karena nggak ada modal, harganya kan jatuh. Sekarang tanam timun, kacang panjang. Jadi akhir tahun bisa ada kelangkaan karena kan modalnya habis," ungkapnya.


Sementara itu, harga cabai rawit di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan mengalami penurunan dari sebelumnya dijual Rp 40.000 per kg menjadi Rp 30.000 per kg karena pasokan yang melimpah.


Saksikan juga video 'Harga Cabai Selangit, Pedagang-Pembeli Menjerit':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com