Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Sep 2018 16:01 WIB

Utang buat Tutup 'Bolong' APBN Ditarik dalam Bentuk Rupiah

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa di semester II-2018 ini akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) dalam denominasi rupiah sekitar Rp 212 triliun.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Scenaider Siahaan mengatakan penerbitan SBN tersebut dalam rangka menutupi sisa defisit anggaran APBN 2018.

"Penerbitan SBN valas sampai akhir tahun sepertinya nggak ada lagi, karena semuanya di SBN rupiah," ungkap Scenaider saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (12/9/2018).



Scenaider mengungkapkan bahwa kebutuhan pembiayaan untuk menutupi defisit anggaran sampai akhir tahun ini sekitar Rp 175 triliun dari Rp 325 triliun atau 2,19% terhadap PDB. Pasalnya, pemerintah sudah memenuhi defisit anggaran sebesar Rp 150 triliun.

Adapun, lanjut Scenaider pemenuhan defisit anggaran tersebut dengan cara menerbitkan SBN yang juga diperuntukkan memenuhi pembiayaan lainnya seperti penyertaan modal negara (PMN).

"Strategi pembiayaan sampai akhir tahun akan fokus pada pendalaman pasar domestik melalui penerbitan SBN rupiah yang ditargetkan kepada investor ritel, private placement dengan institusi domestik dan lelang secara reguler untuk memenuhi target pembiayaan APBN tahun ini," tutup dia.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed