Follow detikFinance
Rabu, 12 Sep 2018 16:33 WIB

Pemerintah Hanya Tarik Utang dalam Rupiah Sampai Akhir Tahun

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memiliki strategi khusus dalam menerbitkan surat berharga negara (SBN) yang ditujukan untuk menutupi defisit anggaran pada APBN 2018.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Scenaider Siahaan mengatakan penerbitan SBN hanya akan dilakukan dalam mata uang rupiah sampai akhir tahun.

"Strategi pembiayaan sampai akhir tahun akan fokus pada pendalaman pasar domestik melalui penerbitan SBN rupiah," kata Scenaider saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (12/9/2018).



Penerbitan SBN yang sampai akhir 2018 ini pun tidak hanya untuk menutupi defisit anggaran, juga untuk pembiayaan lain seperti suntikan modal negara untuk BUMN (PMN).

Adapun, kata Scenaider penerbitan SBN dalam bentuk rupiah juga sebagai upaya pemerintah memperdalam pasar domestik.

"Yang ditargetkan kepada investor ritel, private placement dengan institusi domestik dan lelang secara reguler untuk memenuhi target pembiayaan APBN tahun ini," ungkap dia.

Diketahui, kebutuhan pembiayaan untuk menutupi defisit anggaran sampai akhir tahun ini sekitar Rp 175 triliun dari Rp 325 triliun atau 2,19% terhadap PDB. Pasalnya, pemerintah sudah memenuhi defisit anggaran sebesar Rp 150 triliun.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed