Sri Mulyani menjelaskan dampak pelemahan mata uang garuda setelah adanya perbedaan pandangan dari Fraksi Partai Gerindra soal asumsi dasar nilai tukar di tahun 2019.
Pemerintah, kata Sri Mulyani, menetapkan asumsi nilai tukar pada tahun depan sebesar Rp 14.400 per US$. Angka ini dinilai realistis karena rata-rata kurs sepanjang Januari-7 September 2018 Rp 13.977 per US$.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penerimaan naik Rp 4,66 triliun, belanja naik Rp 3,44 triliun, sehingga akan ada net benefit Rp 1,2 triliun," kata Sri Mulyani di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Sri Mulyani pun mengungkapkan, jika nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS maka penerimaan dan belanja negara pun turun dengan nilai yang sama.
Hal itu sekaligus menjawab usulan dari Fraksi Partai Gerindra yang menilai kurs tahun depan realistis di angka Rp 14.500 per US$ dan Fraksi PKS yang mengusulkan Rp 14.300 per US$.











































