Follow detikFinance
Jumat, 14 Sep 2018 16:01 WIB

Sri Mulyani Minta Bantuan Pengusaha Jelaskan Utang Pemerintah

Danang Sugianto - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Ari Saputra Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menyinggung soal utang pemerintah. Dia merasa utang pemerintah selalu dipolitisasi.

Sri Mulyani kembali menyinggung soal utang saat memberikan pidato dalam acara Seminar Nasional bertemakan Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter yang Adil, Transparan, dan Akuntabel'. Acara ini digelar hasil kerjasama antara Apindo dan Kadin.

"Dalam diskusi politik seolah-olah utang pemerintah banyak banget. Ada yang bilang kita harus kurangi utang habis-habisan," tuturnya di Grand Ballroom Kempinsky, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Di depan para pengusaha, Sri Mulyani mengibaratkan utang pemerintah itu sama dengan pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan. Sudah menjadi lumrah bagi perusahaan mengambil pembiayaan baik dari utang untuk mengembangkan perusahaannya.

"Sama seperti bapak ibu pengusaha, utang itu bukan tujuan tapi itu alat. Kalau usaha Anda merosot, Anda ingin ekspansi, ingin profit lebih banyak. Maka pembiayaan investasi apakah dengan utang atau uang sendiri itu pilihan," tambahnya.

Sri Mulyani Minta Bantuan Pengusaha, Klarifikasi Utang PemerintahFoto: Hendra Kusuma

Sama halnya dengan itu, pemerintah juga butuh dana untuk melakukan pembangunan, seperti infrastruktur, lalu melakukan upaya untuk menurunkan kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja. Targetnya tetap mencapai target pertumbuhan ekonomi.

"Dengan tujuan itu kemudian APBN didesain dan pembiayaan atau utang itu sebagai salah satu alatnya, selain perpajakan. Kalau bicara di forum ini lebih mudah menjelaskan, saya baru bicara sedikit kepalanya sudah mengangguk-angguk," tuturnya.

Menurutnya berbeda ketika dia menjelaskan terkait utang pemerintah dalam forum politik, ataupun forum-forum lainnya. Oleh karena itu dirinya berharap mereka yang mengerti tentang fungsi utang, termasuk pengusaha untuk ikut membantu menjelaskannya.

"Saya berharap pengusaha ya bantuin lah menjelaskan, kan bagus juga ya," tambahnya.

Utang pemerintah pusat pada Juli 2018 sebesar Rp 4.235,02 triliun. Angka itu meningkat namun rasio utang pemerintah terhadap PDB tercatat 29,74%. Dia menyebut angka itu masih aman. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed