Follow detikFinance
Jumat, 14 Sep 2018 17:01 WIB

Impor Jadi Penyebab Rupiah Keok Lawan Dolar AS? Ini Jawaban Mendag

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Dalam rentang awal tahun 2018, posisi dolar AS terpantau tinggi dan membuat rupiah tertekan dalam tren pelemahan yang cukup dalam.

Awal tahun 2018, dolar AS masih berada di rentang Rp 13.300-13.400. Sementara saat ini ada di kisaran Rp 14.800-an. Impor dituding jadi pemicu keoknya rupiah terhadap dolar AS.

Apa tanggapan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita?

"Soal nilai tukar itu banyak faktornya, fariabelnya bukan fariabel tunggal," kata Enggar mengawali penjelasannya saat blak-blakan di kantor detikcom, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Menurut Enggar, salah pemicu utama menguatnya dolar AS terhadap rupiah adalah kebijakan Pemerintah AS dan bank sentral negara tersebut yang menaikkan suku bunga acuan. Kondisi tersebut memicu derasnya aliran dana asing keluar dari negara-ngara berkembang seerti Indonesia.

"Pada saaat kebijakan dari Amerika. The Fed menaikkan suku bunga, kemudian Amerika menurunkan pajakya apa yang terjadi? Dolar kembali pulang kampung," jelas dia.

Padahal, kata Enggar, dana asing tersebut sebelumnya menjadi salah satubpenggerak investasi di tanah air. Keluarnya dana-dana tersebut membuat ketersediaan dolar AS di Indonesia kian menipis dan membuat nilainya melesat naik.

"Iklim usaha yang diciptakan di Amerika, membuat invesasi di Amerika membutuhkan dolar dan uangnya balik ke sana. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika, lebih menarik dolar kembai lebih menyebabkan kelangkaan dolar di market. Itu satu faktor (yang sebabkan nilai dolar AS naik)," papar dia.

Faktor berikutnya adalah masihh defisitnya neraca dagang RI yang artinya nilai Impor masih cenderung lebih tinggi dari ekspor.

Namun, kata Enggar, pemerintah tak tinggal diam mengatasi masalah tersebut. Pemerintah terus berupaya menyeimbangkan neraca dagang RI dengan cara mulai membatasi laju Impor dan mendorong peningkatan ekspor. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed