Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Sep 2018 14:14 WIB

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani di Bima Demo hingga Ricuh

Faruck Nikyrawi - detikFinance
Foto: Faruck Nikyrawi Foto: Faruck Nikyrawi
Jakarta - Harga Bawang Merah di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) alami penurunan drastis dari Rp 15.000 menjadi Rp 3.000/kg. Akibatnya petani menjerit dan meminta kepada pemerintah setempat untuk menstabilkan harga.

Petani bawang menganggap, harga bawang merah saat ini tidak sebanding dengan harga produksi, sehingga menyiksa petani.

Permintaan untuk menstabilkan harga pun dilakukan dalam bentuk aksi Damai yang digelar oleh Aliansi Rakyat Tani Lambu (ARTAL) di depan kantor Dinas Pertanian pada Senin (17/9) lalu.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 tahun 2017 tentang penetapan acuan harga bawang merah, harga bawang memiliki spesifikasi. Mengacu pada Permendag ini, harusnya Dinas Pertanian mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah petani.


"Harga bawang sekarang sampai tiga ribu per kilo. Harusnya tidak seperti ini, pemerintah harus bisa stabilkan harga," tuntut salah seorang petani Bawang yang juga massa ARTAL, Yosep di lokasi.

"Harga bawang sekarang, tidak sebanding dengan harga produksi. Kasihan petani, merintih sekarang pak," serunya.

Demo kala itu pun sempat tegang. Pasalnya, seorang massa aksi diduga menghina institusi kepolisian saat berorasi.



Merasa dihina, Polisi yang berjaga jalannya aksi bergerak dan mengamankan orator tersebut.

Suara tembakan peringatan ke atas, juga sempat dikeluarkan aparat untuk memecah kerumunan massa. Alhasil, satu orang diamankan karena diduga telah menghina institusi kepolisian dengan menyebut nama binatang dan antek asing.


Saksikan juga video 'Panen Raya Bawang Merah di Cirebon':

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed