Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Sep 2018 17:58 WIB

Bank Dunia Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Bank Dunia menyebutkan proyeksi ekonomi Indonesia tetap positif. Hal ini didorong oleh konsumsi swasta dan pemerintah yang lebih kuat.

Berdasarkan laporan Indonesia Economic Quarterly edisi September 2018 pertumbuhan juga didukung oleh investasi yang kokoh, inflasi stabil dan pasar tenaga kerja yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan 5,2% tahun ini juga pada 2019.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo A Chaves menjelaskan, namun Indonesia masih memiliki risiko seperti normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung dan meluasnya gejolak terkait pasar negara berkembang lainnya.

"Komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas dengan kebijakan yang tegas dan terkoordinasi. Selain itu fundamental ekonomi makro yang kuat telah meningkatkan ketahanan Indonesia di tengah naiknya ketidakpastian global," ujar Rodrigo di Soehana Hall, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Dia menyampaikan risiko pertumbuhan ekonomi yang melambat tetap ada. Risiko terkait krisis keuangan di Indonesia terbilang kecil karena adanya koordinasi kebijakan yang baik dan fundamental yang kuat.

Kondisi perbankan dan keuangan tetap sehat, pertumbuhan kredit meningkat sesuai prediksi, struktur permodalan bank masih sehat.


Meskipun ada penurunan cadangan devisa, jumlahnya masih tetap sehat. Penurunan terjadi karena Bank Indonesia melakukan intervensi untuk meminimalkan gejolak nilai tukar. BI juga mengetatkan kebijakan moneter untuk menjaga perbedaan suku bunga dengan Amerika Serikat (AS).

Dia menyampaikan, Indonesia telah menurunkan tingkat kemiskinan dari 19,1% pada tahun 2000 menjadi 9,8% pada 2018. Hal ini merupakan peluang yang baik untuk pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah perkotaan.

Banyak penduduk Indonesia yang sudah keluar dari kemiskinan dan menjadi bagian kelas menengah. Menurut dia, lebih dari separuh penduduk Indonesia kini tinggal di perkotaan, sehingga laporan edisi kali membahas tantangan dan peluang bagi Indonesia dalam memanfaatkan urbanisasi untuk membawa kemakmuran yang lebih besar dan merata.

"Urbanisasi jadi kekuatan besar untuk pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan, tapi jika tidak dikelola dengan baik kerugian akibat tekanan yang terjadi akan lebih besar dari manfaatnya," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander.

(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed