Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Sep 2018 18:10 WIB

Kemahalan, Jembatan Tol Suramadu Bakal Digratiskan?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Kementerian PUPR Foto: Kementerian PUPR
Jakarta - Tarif jembatan tol Surabaya-Madura (Suramadu) disebut kemahalan. Tarifnya saat ini dari golongan I hingga V berkisar Rp 15.000-45.000.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan kemungkinan fungsi jembatan tol terpanjang di Indonesia tersebut akan dialihkan menjadi non tol. Dengan demikian, masyarakat nantinya tak perlu lagi membayar untuk melewati jembatan sepanjang 5,4 km itu alias gratis.

"Ada inisiasi kalau tol suramadu itu diupayakan menjadi non tol," katanya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (20/9/2018).


Padahal, sebelumnya jembatan ini akan diberikan hak pengelolaanya kepada PT Hutama Karya sebagai dukungan sumber pendanaan pembangunan tol Trans Sumatera. Untuk melanggengkan rencana ini, payung hukum berupa Peraturan Presiden pun tengah dibentuk.

"Dalam proses untuk menjadi non tol kan pasti ada perangkat hukum yang harus diterbitkan. Sekarang masih dalam proses pembahasan. Karena kalau semula tol menjadi non tol kan mengandung konsekuensi pengembalian investasi," kata Sugiyartanto.

"Meskipun dulu investasinya dari pemerintah yang membangun, tapi karena fungsinya adalah pemeliharaan. Itu pengalaman pertama kita membangun jembatan bentang panjang kan. Pemeliharaan ini yang memerlukan suatu biaya yang mestinya ada penyesuaian-penyesuaian," tambahnya.


Sugiyartanto sendiri membantah alasan pengalihfungsian jembatan tol ini menjadi non tol lantaran pembangunan di Madura dirasa masih lambat. Tapi dia bilang hal tersebut bisa menjadi pemicu percepatan pembangunan.

"Saya kira bukan itu yang menjadi fokus utama. Tapi adalah pemanfaatan atau misalnya keterbukaan suatu daerah akan mempercepat proses pembangunan di daerah itu. Itu bisa juga sebagai bagian dari pertimbangan-pertimbangan. Selama ini juga sebenarnya arus lalu lintas ke Madura kan juga cukup signifikan meski jembatannya dibuat tol. Nggak ada masalah. Tapi untuk urusan percepatan, bisa saja itu menjadi pemicu," ungkapnya. (eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com