Follow detikFinance
Jumat, 21 Sep 2018 19:12 WIB

Utang Pemerintah Bengkak Jadi Rp 4.363 T, Ini Penyebabnya

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi utang/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi utang/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Total utang pemerintah per Agustus 2018 sudah mencapai Rp 4.363,19 triliun. Nilai tersebut setara dalam 30,31% dalam rasio utang terhadap PDB.

Selain itu dalam kurun waktu setahun utang pemerintah 'bengkak' Rp 537,4 triliun dari sebelumnya Rp 3.825,79 triliun di Agustus 2017. Jika dilihat dari data bulan sebelumnya total utang pemerintah pusat sudah naik Rp 110,17 triliun dari Rp 4.253,02 triliun di Juli 2018.


Mengutip buku laporan APBN Kita, Jumat (21/9/2018), pemicu kenaikan utang pemerintah pusat adalah faktor eksternal seperti penurunan nilai mata uang rupiah terhadap mata uang asing lainnya terutama dolar Amerika Serikat (AS). Hal itu dianggap mempengaruhi total utang di Agustus 2018.

Jika dilihat dari Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp 3.541,89 triliun atau 81,18% dari total utang, sebagian dalam denominasi valas sebesar Rp 1.042,46 triliun. Di sisi lain porsi SBN denominasi rupiah lebih besar yaitu Rp 2.499,44 triliun, sehingga seharusnya risiko fluktuasi kurs bisa diredam.


Faktor lainnya surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk juga mengalami kenaikan lantaran banyaknya kementerian dan lembaga yang menggunakan sukuk negara untuk menjadi salah satu sumber pembiayaan.

Selain itu strategi penarikan pembiayaan di awal (front loading) juga dianggap menjadi penyebabnya. Pemerintah melakukan front loading saat dianggap suku bunga di pasar masih rendah ketika sebelum Bank Sentral AS atau The Fed menaikkan suku bunga acuannya. (das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed